MTM Network
Breaking NewsTechnology

Ericsson Klaim AI in RAN Tingkatkan Kecepatan Jaringan Hingga 20 Persen

foto dok. ericsson

Jakarta, MTM Network – Ericsson mengungkapkan bahwa teknologi AI in RAN yang baru diperkenalkan telah menunjukkan hasil signifikan dalam berbagai implementasi dan uji coba jaringan komersial di sejumlah negara. Teknologi tersebut diklaim mampu meningkatkan kecepatan unduh hingga 20 persen dan efisiensi spektrum hingga 10 persen.

AI in RAN merupakan bagian dari strategi Ericsson untuk membawa kecerdasan buatan lebih dekat ke inti operasional jaringan radio. Dengan menempatkan AI langsung pada perangkat jaringan, proses optimasi dapat dilakukan secara real-time tanpa menunggu intervensi manual.

Solusi tersebut dapat diterapkan pada Ericsson 5G Advanced, baik pada jaringan berbasis perangkat keras khusus maupun Cloud RAN. Dukungan Ericsson Silicon dan generasi terbaru RAN Compute memungkinkan pemrosesan AI berjalan secara efisien dengan konsumsi energi yang lebih rendah.

Fitur-fitur awal yang mulai tersedia pada kuartal kedua 2026 mencakup AI-native Scheduler untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya jaringan, AI-powered Positioning untuk meningkatkan akurasi lokasi pengguna, hingga AI-managed Beamforming yang mampu menyesuaikan kualitas sinyal secara otomatis.

Selain itu, Ericsson juga menghadirkan AI-powered Multi-layer Coordination untuk meningkatkan koordinasi antarlapisan jaringan, serta fitur Augmented Observability yang memberikan transparansi lebih tinggi terhadap cara AI mengambil keputusan.

Hasil pengujian menunjukkan teknologi tersebut mampu melayani hingga dua kali lebih banyak pengguna dengan trafik tinggi. Bahkan, tingkat akurasi prediksi cakupan jaringan dapat mencapai 90 hingga 95 persen.

Principal Analyst Mobile Experts, Joe Madden, menilai teknologi ini berpotensi memberikan keuntungan investasi yang besar bagi operator telekomunikasi.

“Ini bisa menjadi ROI terbaik bagi operator seluler dalam beberapa tahun terakhir. Dengan hanya melakukan upgrade software, operator dapat memaksimalkan kapasitas, meningkatkan visibilitas jaringan, serta menghadirkan layanan berbasis lokasi yang lebih akurat dari jaringan 5G yang telah mereka miliki sebelumnya,” kata Joe Madden.

Kemampuan tersebut membuat AI in RAN menjadi salah satu inovasi yang berpotensi mempercepat transformasi jaringan menuju era telekomunikasi yang semakin cerdas dan otomatis. san

Related posts

Kapolri: Ojol dan Buruh Berperan Penting Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

redaksi Mtm

Pengembangan Kasus Narkoba di NTB Seret Mantan Kapolres Bima Kota

redaksi Mtm

Saung Srikandi Pinang Hadirkan Wisata Kuliner Nusantara di Kota Tangerang, Dari Pecak Semriwing hingga Gurame Sayap Terbang**

cms

Leave a Comment