Kabupaten Bogor, MTM Network – Mentari pagi baru saja menghangatkan kawasan Warung Loa, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, ketika ratusan pasang tangan mulai menanam bibit-bibit pohon ke dalam tanah. Tidak ada yang datang untuk sekadar menghadiri seremoni. Mereka hadir dengan harapan yang sama, meninggalkan jejak kebaikan bagi alam yang kelak akan dinikmati anak cucu.
Suasana itulah yang mewarnai Aksi Tanam 5.000 Pohon 2026 bertema “Hijau Kujaga – Biru Kuterima”, hasil kolaborasi Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (OMPA) TAPAL, PWI Jaya, dan PT Prima Mustika Candra (PMC).
Di balik setiap bibit yang ditanam, tersimpan pesan sederhana bahwa menjaga lingkungan tidak harus menunggu menjadi orang besar. Cukup dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.
Ketua Panitia, Joko Dolok, mengatakan Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa. Namun, berkurangnya kawasan hijau, pencemaran lingkungan, hingga perubahan iklim menjadi tantangan yang harus dihadapi secara kolektif.
“Melalui kegiatan penanaman pohon ini, kami ingin mengajak komunitas, mahasiswa, insan pers, dan masyarakat umum untuk menikmati keindahan alam sekaligus mengambil bagian dalam menjaganya melalui kegiatan penghijauan dan edukasi lingkungan,” ujar Joko.
Bagi para peserta, kegiatan tersebut bukan sekadar menanam pohon. Momen itu juga menjadi ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, sekaligus mempererat persaudaraan lintas komunitas yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Semangat yang sama juga disampaikan Bendahara PWI Jaya, Dar Edi Yoga, yang mengingatkan bahwa pohon yang ditanam hari ini akan menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang.
“Di tengah berbagai tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, aksi nyata seperti ini menjadi sangat penting. Sekecil apa pun kontribusi yang kita lakukan, apabila dilakukan secara bersama-sama, akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan bumi yang kita cintai,” katanya.
Menurut Dar Edi Yoga, gerakan penghijauan seharusnya tidak berhenti pada kegiatan simbolis. Pohon-pohon yang telah ditanam harus dirawat agar benar-benar tumbuh, memberikan oksigen, menjaga sumber mata air, sekaligus menjadi penyangga kehidupan di masa depan.
Dukungan terhadap gerakan tersebut juga datang dari sektor swasta. Perwakilan PT Prima Mustika Candra, Yongky Ocktavia, menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami dari PT Prima Mustika Candra merasa bangga dapat menjadi bagian dari gerakan penghijauan ini. Menanam pohon bukan hanya investasi bagi lingkungan, tetapi juga investasi bagi masa depan anak cucu kita,” ujar Yongky.
Ia berharap semangat “Hijau Kujaga – Biru Kuterima” tidak berhenti di Warung Loa, tetapi mampu menginspirasi lebih banyak komunitas, institusi, dan masyarakat untuk melakukan aksi serupa di berbagai daerah.
Ketika kegiatan usai, ribuan bibit telah berdiri tegak di atas tanah Warung Loa. Mungkin pohon-pohon itu baru akan tumbuh besar beberapa tahun ke depan. Namun, harapan yang ditanam bersama pada hari itu telah lebih dahulu berakar, mengingatkan bahwa masa depan bumi ditentukan oleh kepedulian yang dimulai dari hari ini. san

