MTM Network
Breaking NewsNasional

Unis Tangerang Dorong Literasi Digital Inklusif, Photovoice Jadi Jembatan Suara Komunitas Punk dan Anak Jalanan

foto dok. unis

Kota Tangerang, MTM Network – Literasi digital tidak lagi hanya dimaknai sebagai kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menyampaikan gagasan dan realitas sosial secara bertanggung jawab. Semangat itulah yang diusung Tim Peneliti Photovoice Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang melalui Workshop dan Diskusi Peningkatan Literasi Digital bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) di Pondok Tasawuf Underground, Ciputat, Tangerang Selatan.

Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 20 anggota komunitas punk dan anak jalanan mengikuti pelatihan fotografi jurnalistik yang dipadukan dengan metode photovoice, sebuah pendekatan partisipatif yang mengajak peserta mendokumentasikan pengalaman hidup mereka melalui karya visual.

Ketua Tim Peneliti Photovoice Unis Tangerang, Ade Irfan Abdurahman, mengatakan kegiatan ini dirancang agar kelompok yang selama ini berada di pinggiran dapat memiliki ruang untuk menyampaikan perspektifnya sendiri kepada masyarakat luas.

“Photovoice bukan hanya mengajarkan cara mengambil gambar, tetapi juga mengajak peserta membaca realitas di sekitar mereka dan menyampaikan pesan sosial melalui foto. Kami ingin mereka menjadi subjek yang aktif menyuarakan pengalaman hidupnya,” ujar Ade.

Materi yang diberikan tidak hanya mencakup teknik dasar fotografi, tetapi juga bagaimana membangun narasi visual yang kuat sehingga setiap foto memiliki pesan yang mudah dipahami publik. Setelah sesi kelas, peserta diajak berburu foto bersama mahasiswa KMF Kalacitra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Unis Tangerang.

Pembicara dari Pewarta Foto Indonesia, Thoudy Badai, menilai antusiasme peserta menunjukkan bahwa fotografi dapat menjadi media pemberdayaan yang efektif bagi komunitas.

“Foto bukan sekadar gambar, tetapi juga bahasa yang mampu menyampaikan fakta, membangun empati, bahkan mendorong perubahan sosial. Saya melihat semangat peserta sangat luar biasa dan mereka memiliki potensi besar untuk menyampaikan cerita melalui visual,” kata Thoudy.

Seluruh karya yang dihasilkan peserta nantinya akan melalui proses kurasi sebelum dipublikasikan melalui media sosial dan dipamerkan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan menjadi ruang dialog yang mempertemukan perspektif komunitas dengan publik secara lebih luas.

Melalui program ini, Unis Tangerang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan penelitian yang tidak berhenti pada kajian akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pendekatan photovoice menjadi bukti bahwa literasi digital dapat menjadi alat pemberdayaan sosial sekaligus membuka ruang bagi suara-suara yang selama ini jarang mendapat perhatian. san

Related posts

Musim Kemarau Capai Puncak, BPBD Kota Tangerang Minta RT/RW Perketat Patroli Cegah Kebakaran

cms

Sidang Etik 13 Jam, Bripda MS Diputus PTDH oleh Polda Maluku

redaksi Mtm

Transfer Rp2 Juta, Mahasiswi Tertipu Jual Beli Online; Dua Terduga Pelaku Ditangkap

redaksi Mtm

Leave a Comment