MTM Network
Breaking NewsNasional

Lansia Terlantar di JPO Stasiun Tanah Tinggi Dievakuasi ke Rumah Singgah

foto dok. diskominfo pemkot tng

Kota Tangerang, MTM Network – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait seorang lansia terlantar yang kerap beristirahat di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang. Melalui Dinas Sosial (Dinsos), lansia tersebut langsung dievakuasi ke Rumah Singgah Dinsos Kota Tangerang untuk mendapatkan perlindungan dan penanganan awal.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, menjelaskan bahwa laporan mengenai keberadaan lansia tersebut diterima melalui media sosial. Menindaklanjuti informasi itu, petugas langsung diterjunkan ke lokasi pada malam hari untuk memastikan kondisi yang bersangkutan.

“Kami tadi malam menerima laporan melalui media sosial mengenai adanya lansia yang sering tidur di JPO Stasiun Tanah Tinggi. Petugas langsung kami kerahkan untuk mengamankan sekaligus memberikan pertolongan pertama sebelum dibawa ke Rumah Singgah Dinsos Kota Tangerang,” ujar Acep, Sabtu (1/8/2026).

Hasil penelusuran sementara menunjukkan, lansia tersebut merupakan warga Kabupaten Tasikmalaya yang selama sekitar dua bulan terakhir hidup sebagai pemulung di Kota Tangerang akibat keterbatasan ekonomi. Selain itu, kondisi kesehatannya juga memerlukan perhatian karena mengalami katarak pada mata sebelah kanan.

Acep mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, lansia tersebut sudah tidak memiliki keluarga inti dan hanya memiliki hubungan dengan beberapa tetangga di kampung halamannya. Karena itu, Dinsos akan memberikan pendampingan selama proses penanganan berlangsung.

“Kondisinya mengalami katarak pada mata sebelah kanan dan dikabarkan sudah tidak memiliki keluarga, hanya tetangga. Meski demikian, kami akan terus melakukan pendampingan serta memberikan jaminan keamanan selama berada di Rumah Singgah,” jelasnya.

Saat ini, Pemkot Tangerang juga tengah menyiapkan proses pemulangan lansia tersebut ke daerah asalnya di Kabupaten Tasikmalaya agar dapat memperoleh penanganan yang lebih dekat dengan lingkungan asalnya.

Acep turut mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan apabila menemukan warga yang membutuhkan pertolongan sosial di ruang-ruang publik. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci agar pemerintah dapat memberikan respons cepat terhadap berbagai persoalan sosial.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan kasus serupa. Dengan kerja sama seperti ini, kami dapat bergerak lebih cepat demi menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus memastikan warga yang membutuhkan memperoleh perlindungan sosial yang layak,” pungkas Acep. san

Related posts

Tanam Jagung Serentak Kuartal I, Kapolri Dorong Percepatan Swasembada Pangan

redaksi Mtm

Warga Gelar Unjuk Rasa di Depan Polres Metro Bekasi Kota , Tuntut Pencopotan Kepala Unit Harda

cms

Bukan Sekadar Bantuan, IKEA Indonesia Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Aceh Tamiang

cms

Leave a Comment