Kabupaten Muara Enim, MTM Network – Di Desa Penyandingan, Kecamatan Semende Darat Laut, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, suara alam menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bagi para perempuan di desa tersebut, perubahan warna air sungai setelah hujan deras bukan sekadar fenomena alam, melainkan sinyal bahwa ada sesuatu yang terjadi di hulu Hutan Adat Ghimbe Pramunan.
Kepekaan itulah yang kini menjadikan para perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan adat seluas sekitar 43,7 hektare yang menjadi sumber air, pangan, dan penghidupan masyarakat.
Ketua KUPS Perempuan Anak Belai sekaligus Sekretaris Lembaga Pengelola Hutan Adat (LPHA) Ghimbe Pramunan, Ani Tasria, mengatakan para ibu memiliki kedekatan yang kuat dengan kondisi lingkungan sehingga perubahan sekecil apa pun mudah mereka rasakan.
“Kalau hujan deras dan sungai tiba-tiba keruh, itu tanda dari hulu ada masalah. Biasanya ibu-ibu yang pertama sadar,” ujar Ani.
Tidak hanya mengamati perubahan aliran sungai, para perempuan juga rutin memantau kondisi pepohonan, tanda-tanda penebangan liar, hingga ketersediaan bambu, rotan, dan tanaman pisang yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Seluruh hasil pemantauan kemudian dibahas dalam pertemuan bulanan LPHA sebagai dasar menentukan langkah pencegahan maupun penegakan aturan adat.
Menurut Ani, menjaga hutan merupakan amanah yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Semende.
“Hutan ini dari dulu sudah dijaga nenek moyang kami. Ada batasannya, ada aturannya. Tidak boleh rusak,” tegasnya.
Legalitas Hutan Adat Ghimbe Pramunan yang telah diperoleh melalui Surat Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan semakin memperkuat aturan adat. Penebangan pohon besar tanpa izin dapat dikenai sanksi adat, mulai dari teguran hingga kewajiban menyembelih kerbau sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui keterlibatan aktif perempuan, masyarakat Desa Penyandingan membuktikan bahwa menjaga hutan bukan hanya tugas laki-laki, tetapi tanggung jawab bersama demi memastikan sumber kehidupan tetap lestari bagi generasi mendatang. san

