MTM Network
Breaking NewsNasional

Festival Pasar Murah ASPEKRI Dorong Warga Kembali Belanja di Pasar Tradisional

artwork dok. aspekri

Jakarta, MTMNework.id – Asosiasi Pelaku Ekonomi Kreasi (ASPEKRI) menggelar Festival Pasar Murah ASPEKRI di Pasar Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, pada 15–23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan “Kembali ke Pasar” untuk mengajak masyarakat kembali menjadikan pasar tradisional sebagai pilihan berbelanja sekaligus memperkuat ekonomi pedagang lokal dan pelaku UMKM.

Digelar dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, festival menghadirkan berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau. Selain pasar murah, kegiatan juga diisi edukasi, hiburan, promosi UMKM, hingga ruang interaksi antara pedagang dan masyarakat.

Ketua Umum ASPEKRI M. Iqbal mengatakan, gerakan “Kembali ke Pasar” tidak sekadar mengajak masyarakat melakukan transaksi di pasar tradisional, tetapi juga menjadi upaya menghidupkan kembali ekonomi rakyat.

“‘Kembali ke Pasar’ bukan sekadar mengajak masyarakat berbelanja di pasar tradisional. Ini adalah gerakan untuk kembali melihat, menghargai, dan menghidupkan ekonomi rakyat yang menjadi bagian dari identitas Indonesia,” ujar Iqbal.

Menurutnya, pasar tradisional memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian karena mempertemukan pedagang dan pembeli secara langsung. Aktivitas tersebut sekaligus membuka ruang bagi produk lokal dan usaha kecil untuk terus berkembang.

Dalam festival ini, masyarakat dapat menemukan beragam kuliner dan jajanan pasar, kue pasar, program potongan harga, garage sale untuk warga, hingga program sertifikasi halal gratis.

Sejumlah kegiatan juga digelar untuk meningkatkan kapasitas pedagang. Pada Sabtu (15/8/2026), agenda festival diisi live training bersama kreator serta edukasi dan pelatihan bagi pedagang untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan pemasaran.

Sementara pada Minggu (16/8/2026), rangkaian acara dilanjutkan dengan senam Zumba, opening ceremony, bazar sembako murah, lomba mewarnai anak, pelatihan energi positif bagi pedagang serta kehadiran Food Truck Es Teler 77.

ASPEKRI berharap festival tersebut dapat memperluas fungsi pasar tradisional. Pasar tidak hanya dipandang sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang interaksi, edukasi, promosi serta pemberdayaan masyarakat.

Iqbal menilai semakin banyak masyarakat berbelanja di pasar dan membeli produk lokal, semakin besar pula peluang perputaran ekonomi dinikmati pedagang kecil dan pelaku usaha dalam negeri.

“Kemerdekaan harus kita isi dengan kemandirian. Salah satunya adalah dengan memperkuat ekonomi rakyat. Pasar tradisional dan UMKM adalah bagian penting dari ekosistem tersebut,” katanya.

Di tengah perkembangan pola belanja masyarakat, ASPEKRI juga mendorong pasar tradisional untuk terus beradaptasi. Kebersihan, kenyamanan, pelayanan, kualitas produk, kreativitas pedagang hingga pemanfaatan teknologi digital dinilai perlu diperkuat agar pasar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.

Melalui gerakan “Kembali ke Pasar”, ASPEKRI berharap kebiasaan berbelanja di pasar tradisional tidak hanya meningkat selama festival berlangsung, tetapi dapat menjadi aktivitas berkelanjutan yang memberikan dampak bagi pedagang lokal dan UMKM.

Festival Pasar Murah ASPEKRI berlangsung hingga 23 Agustus 2026 di Pasar Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, dengan membawa semangat belanja hemat, mendukung pedagang lokal, serta memperkuat ekonomi masyarakat. san

Related posts

Melly, “Ratu Totok” Kota Tangerang yang Mengubah Sentuhan Menjadi Bisnis Relaksasi Berkelas

cms

Perbaikan Jalan Marsekal Suryadarma Neglasari Capai 52,14 Persen, Tinggal Satu Segmen

cms

PMI Ajak Seluruh Elemen Bangun Budaya Donor Darah Berkelanjutan di Indonesia

cms

Leave a Comment

Pilih Bahasa Artikel