Jakarta, MTM Network – Lonjakan minat anak muda terhadap tren stacking jewelry atau perhiasan yang dipakai secara bertumpuk dan berlapis membawa angin segar bagi industri kreatif dalam negeri. Di tengah tingginya keinginan konsumen untuk tampil autentik dan personal, produk perhiasan buatan brand lokal kini sukses mencuri perhatian karena dinilai memiliki nilai estetika tinggi yang kaya akan kreativitas.
Kebutuhan akan perhiasan yang playful, artistik, dan fleksibel untuk dipadupadankan membuat produk-produk buatan tangan (handmade) lokal kebanjiran permintaan. Berbagai jenis perhiasan seperti charm necklace (kalung dengan liontin simbolis), chunky rings (cincin tebal), hingga gelang manik-manik (beaded bracelet) dengan material unik kini menjadi buruan utama di platform belanja digital.
Kehadiran brand lokal seperti StuffiStalk yang menghadirkan variasi kalung liontin, Stuudio Particular dengan lini cincin bertekstur beragam, serta From Tiny Islands yang mengusung koleksi gelang zodiak, menjadi bukti bahwa kreator lokal mampu menangkap kebutuhan pasar dengan cepat dan adaptif.
Melihat fenomena positif ini, pihak Shopee Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis perhiasan lokal agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang secara variatif.
Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, menjelaskan bahwa tren fashion berbasis personalisasi ini adalah momentum emas bagi para pelaku usaha lokal untuk terus berinovasi.
“Secara bersamaan, tren ini juga membuka peluang bagi brand lokal untuk berinovasi dan menghadirkan kreativitas melalui koleksi perhiasan yang ditawarkan. Maka dari itu, kami berharap Shopee dapat menjadi destinasi yang memudahkan pengguna menemukan berbagai pilihan perhiasan lokal yang variatif serta ragam produk yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan pengguna,” pungkas Adi Rahardja. san

