MTM Network
Technology

Diskominfo Tangsel Perkuat Infrastruktur Digital, Remaja Masjid Disiapkan Kuasai AI dan Coding

foto dok. diskominfo tangsel

Tangsel, MTM Network – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak ingin transformasi digital berhenti pada pembangunan aplikasi dan layanan publik semata. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pemerintah kini mulai memperkuat fondasi sumber daya manusia dengan menyiapkan infrastruktur internet dan ruang kolaborasi untuk mendukung pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta coding bagi remaja masjid.

Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara Diskominfo Tangsel dan Gerakan Pejuang Shubuh (GPS) Tangsel melalui GPS Digital Academy & Innovation Center. Inisiatif ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi digital yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran digital yang berkualitas. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan jaringan internet yang memadai di lokasi pelatihan.

“Akses internet cepat dan dukungan teknis akan dipastikan mengalir ke titik-titik pusat pelatihan agar materi kelas coding maupun pengenalan AI dapat berjalan tanpa kendala teknis,” ujar TB Asep Nurdin.

Menurut Asep, investasi pada infrastruktur digital harus berjalan seiring dengan pengembangan kapasitas masyarakat. Tanpa jaringan yang andal dan ruang belajar yang memadai, pelatihan teknologi akan sulit menghasilkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri digital.

Selain menyediakan fasilitas internet, Diskominfo juga mendorong agar kurikulum pelatihan memiliki target yang jelas dan selaras dengan perkembangan dunia kerja. Pemerintah ingin memastikan para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar, tetapi juga memiliki kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata maupun dunia profesional.

“Kami tidak ingin setelah pendaftaran selesai lalu pelatihannya berhenti begitu saja. Harus ada output yang jelas. Peserta yang belajar coding dan AI diharapkan mampu berkontribusi memecahkan persoalan di lingkungan mereka serta mendukung pengembangan layanan digital di Kota Tangerang Selatan,” kata Asep.

Sementara itu, Ketua GPS Tangsel, Ustaz Muhammad Sartono, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperluas peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Selain pembelajaran AI dan coding, peserta juga akan memperoleh pelatihan pembuatan konten digital serta memanfaatkan coworking space sebagai ruang kolaborasi.

“Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan generasi masjid yang melek teknologi, produktif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Muhammad Sartono.

Melalui penguatan infrastruktur digital dan kolaborasi bersama komunitas, Pemkot Tangsel berharap GPS Digital Academy & Innovation Center dapat menjadi model pengembangan talenta digital berbasis masyarakat. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Tangsel dalam membangun ekosistem smart city yang tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusianya. san

Related posts

Menata Ulang Masa Depan Hunian, Langkah Strategis Xiaomi Perkuat Ekosistem ‘Human x Car x Home’ di Indonesia

cms

Strategi MG Motor Indonesia Perluas Jangkauan EV di IIMS 2026: SUV Listrik Kini Mulai Rp300 Jutaan

cms

Memaknai Filosofi Tahun Kuda dalam Guratan Desain Vespa 946 Horse

cms

Leave a Comment