MTM Network
Breaking NewsNasional

Kementerian Ekonomi Kreatif Buka Kolaborasi dengan Wahana Kreator untuk Perkuat IP Nasional Lewat Film

foto dok. kemenekraf

Jakarta, MTM Network – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif membuka peluang kolaborasi strategis bersama Wahana Kreator untuk memperkuat pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) nasional melalui industri perfilman.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam audiensi di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Senin (10/8/2026). Kolaborasi diarahkan untuk memperkuat rantai nilai industri film secara menyeluruh, mulai dari pengembangan cerita dan talenta, produksi, distribusi, promosi, hingga pemanfaatan IP secara berkelanjutan.

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menilai industri film memiliki posisi strategis dalam mengembangkan sekaligus mengomersialisasikan kekayaan intelektual nasional. Menurutnya, karya kreatif Indonesia perlu memiliki nilai ekonomi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong agar karya-karya kreatif Indonesia tidak berhenti sebagai sebuah karya, tetapi dapat dikembangkan menjadi IP yang memiliki nilai ekonomi, memperluas pasar, dan membuka peluang kolaborasi lintas subsektor,” ujar Teuku Riefky.

Wahana Kreator sendiri merupakan perusahaan berbasis riset dan pengembangan yang berdiri sejak 2010. Perusahaan tersebut memiliki fokus pada pengembangan cerita, penulisan skenario, literatur, perfilman, edukasi kreator, serta produksi konten melalui tiga unit utama, yakni Wahana Penulis, Wahana Edukasi, dan Wahana Dimensi.

Salah satu contoh pengembangan IP yang dilakukan Wahana Kreator hadir melalui film “Seni Merayu Tuhan”, yang diadaptasi dari buku karya Habib Husein Jafar Al Hadar.

Proyek tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah karya literasi dapat dialihwahanakan menjadi film, sekaligus membuka peluang peningkatan nilai tambah ekonomi, perluasan audiens, dan diversifikasi pemanfaatan konten kreatif.

Film Seni Merayu Tuhan mengisahkan Hikmah, seorang pemuda yang berusaha menemukan kembali makna kehidupan dan jalan untuk memohon keridaan Tuhan setelah mengalami peristiwa yang mengubah hidupnya.

Film yang disutradarai Cesa David Luckmansyah tersebut dibintangi Ari Irham, Teuku Ryzki, Lutesha, dan Rieke Diah Pitaloka. Seni Merayu Tuhan dijadwalkan tayang di bioskop pada 13 Agustus 2026.

Produser Seni Merayu Tuhan, Sigit Pratama, mengatakan film tersebut memperoleh respons positif setelah menjalani public screening. Menurutnya, film ini menjadi salah satu contoh bagaimana IP dari buku dapat dikembangkan menjadi karya audiovisual dengan melibatkan berbagai sektor kreatif.

“Seni Merayu Tuhan salah satu contoh alih medium dari bagaimana medium buku yang akhirnya kita develop menjadi sebuah skenario dan akhirnya menjadi film gitu. Menurut saya ekosistemnya mendukung karena artinya ketika kita punya cerita yang baik, ekosistem yang baik, semuanya kita perlu sinergikan,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, kolaborasi antarsektor kreatif juga menjadi bagian penting dalam proses produksi film tersebut. Sinergi tersebut dinilai dapat memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.

Dari sisi pengembangan talenta, film Seni Merayu Tuhan juga memiliki keterkaitan dengan program SCENE Direktorat Televisi dan Radio. Keterlibatan Salman Aristo dan Rino Sarjono sebagai penulis sekaligus mentor program menjadi salah satu bagian dari pengembangan talenta kreatif dalam proyek tersebut.

Pertemuan antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Wahana Kreator turut dihadiri Head of Government Relation Orchida Ramadhania, Eksekutif Produser Seni Merayu Tuhan Linda Gozali, Co-Producer Javier Lukito, serta perwakilan Wahana Kreator.

Sementara itu, Menekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi dan Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem perfilman nasional agar karya kreatif tidak hanya berhenti pada produk akhir berupa film, tetapi dapat berkembang menjadi IP yang memiliki nilai ekonomi, berumur panjang, serta membuka peluang pemanfaatan di berbagai subsektor ekonomi kreatif. san

Related posts

Warga Apresiasi Pelayanan SPKT Polda Metro Jaya

cms

Polisi Perairan Serap Aspirasi Nelayan Kalibaru, Soroti Alat Tangkap hingga Limbah Industri

cms

Halal Fest 2026 Jadi Pelopor Festival Halal di Banten, Kota Tangerang Perkuat Industri Halal dan Persaudaraan Lintas Budaya

cms

Leave a Comment