MTM Network
Breaking NewsNasional

Digital 2027: Indonesia Jadi Pasar Belanja Online Teratas, Penggunaan BNPL Tembus 34,7 Persen

Foto Dok. We Are Social

Jakarta, MTMNetwork.id – Perilaku belanja masyarakat Indonesia semakin bergeser ke ranah digital. Laporan Digital 2027: Indonesia yang dirilis We Are Social bersama Meltwater pada 5 November 2026 memperlihatkan bahwa aktivitas belanja online telah menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pengguna internet di Tanah Air.

Dalam laporan tersebut, sebanyak 73,1 persen pengguna internet Indonesia menyatakan lebih memilih berbelanja secara online dibandingkan datang langsung ke toko fisik. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi kedua tertinggi di antara negara-negara yang masuk dalam penelitian.

Selain perubahan kebiasaan berbelanja, penggunaan layanan pembayaran fleksibel atau buy now, pay later (BNPL) juga menunjukkan angka yang cukup menonjol.

Tercatat sebanyak 34,7 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan layanan BNPL setiap minggu. Persentase tersebut lebih dari dua kali lipat rata-rata global, memperlihatkan tingginya pemanfaatan alternatif pembayaran digital di tengah masyarakat.

Namun, sebelum mengambil keputusan pembelian, konsumen Indonesia juga semakin aktif mencari informasi mengenai produk dan brand yang diminati.

Lebih dari dua pertiga pengguna internet melakukan riset online tentang brand maupun produk sebelum melakukan pembelian. Persentase tersebut menjadi yang tertinggi di antara negara-negara dalam laporan.

Media sosial menjadi salah satu sumber informasi utama. Sebanyak 60 persen pengguna internet memanfaatkan jejaring sosial untuk mencari informasi mengenai brand. Selain itu, laporan mencatat 28,2 persen pengguna internet sudah menjadikan AI sebagai sumber utama untuk riset brand.

Managing Director We Are Social Indonesia, Yudhi Hastiardi, mengatakan perubahan tersebut membuat strategi pemasaran perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan cara konsumen mencari dan mengevaluasi informasi.

“Selama ini, brand berkompetisi untuk mendapatkan visibility. Namun, kini mereka juga perlu memperhatikan bagaimana brand mereka muncul dan direpresentasikan di berbagai sumber informasi yang menjadi rujukan audiens, termasuk AI,” jelas Yudhi.

Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi tantangan dalam menyampaikan pesan pemasaran. Laporan tersebut mencatat Indonesia memiliki tingkat penggunaan teknologi pemblokir iklan atau ad blocker tertinggi, dengan 39,4 persen pengguna internet memanfaatkan teknologi tersebut.

Bahkan, hanya 13,2 persen pengguna internet yang merasa terwakili oleh iklan yang mereka lihat. Kondisi ini menunjukkan bahwa banyaknya pesan promosi yang disampaikan melalui internet belum tentu berhasil membangun kedekatan dengan konsumen.

APAC Vice President of Enterprise Sales Meltwater, Mimrah Mahmood, menilai masyarakat Indonesia semakin cermat dalam menyaring informasi dan mempertimbangkan kredibilitas pesan yang diterima.

“Perhatian audiens di Indonesia perlu diperoleh melalui pendekatan yang tepat. Mereka semakin cermat dalam mencari informasi dan menyaring berbagai pesan yang diterima,” ujarnya.

Temuan ini menjadi pengingat bagi perusahaan bahwa strategi pemasaran digital tidak cukup hanya mengandalkan jangkauan dan frekuensi iklan. Informasi yang relevan, kredibel, serta sesuai dengan kebutuhan konsumen semakin penting dalam membangun hubungan jangka panjang.

Laporan Digital 2027: Indonesia secara keseluruhan memperlihatkan bagaimana perubahan teknologi turut membentuk kebiasaan belanja, pola pembayaran, dan cara masyarakat mengambil keputusan. Bagi pelaku bisnis, memahami perilaku konsumen menjadi salah satu kunci untuk memenangkan persaingan di tengah semakin berkembangnya ekonomi digital Indonesia. san

Related posts

Menempatkan Gayo Sebagai Wilayah Pinggiran Aceh’ Bukan Sekadar Keliru

cms

Pemohon Puji Layanan BPKB Polda Metro Jaya, Usulkan Fasilitas Fotokopi Lebih Dekat

redaksi Mtm

Angin Segar Untuk Ribuan Korban PT DSI, Bareskrim Polri Berhasil Melakukan Penelusuran Aset (Asset Tracing)

cms

Leave a Comment

Pilih Bahasa Artikel