MTM Network
Breaking NewsNasional

Barang Bukti Golok hingga Sarung Senjata Tajam Diamankan, Polisi Persempit Perburuan Pelaku Bentrokan Berdarah di Ciledug

foto dok. polsek ciledug

Kota Tangerang, MTM Network – Polres Metro Tangerang Kota terus mengembangkan penyidikan kasus bentrokan berdarah yang terjadi di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug. Selain mengamankan dua orang yang diduga terlibat, penyidik kini memperkuat pembuktian melalui sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian maupun hasil penggeledahan di rumah terduga pelaku.

Kasus yang diduga dipicu penolakan permintaan uang jatah preman itu menyisakan lima korban luka, terdiri atas tiga pedagang buah dan dua orang dari kelompok penyerang. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius kepolisian karena melibatkan penggunaan senjata tajam yang mengancam keselamatan masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit mengatakan, penyidik telah mengamankan satu bilah golok yang ditemukan di tempat kejadian perkara. Selain itu, petugas juga menemukan sarung golok saat melakukan penggeledahan di rumah salah satu terduga pelaku.

“Dalam penggeledahan di rumah salah satu terduga pelaku, petugas menemukan sarung golok. Sementara di lokasi lain ditemukan sandal yang terdapat bercak darah dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKBP Parikhesit.

Seluruh barang bukti tersebut kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk analisis forensik untuk memastikan keterkaitannya dengan aksi penyerangan. Polisi berharap hasil pemeriksaan dapat memperkuat alat bukti sekaligus mengidentifikasi peran masing-masing pelaku dalam bentrokan tersebut.

Di sisi lain, tim penyidik juga masih memburu sejumlah terduga pelaku yang hingga kini belum berhasil diamankan, yakni ZI alias Udin, Fajar, dan Angki. Ketiganya diduga ikut terlibat dalam penyerangan terhadap para pedagang setelah bentrokan pertama terjadi.

AKBP Parikhesit menegaskan, proses penyidikan tidak berhenti pada penangkapan dua orang yang telah diamankan. Polisi akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pelaku yang terlibat berhasil ditangkap dan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

“Pemeriksaan terhadap korban maupun para pihak yang diamankan akan dilakukan setelah kondisi kesehatan mereka memungkinkan. Penyidikan masih terus kami kembangkan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat,” tegasnya.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari kembali mengingatkan masyarakat agar tidak takut melaporkan praktik premanisme maupun aksi kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar. Menurutnya, dukungan masyarakat melalui laporan cepat akan membantu aparat mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Apabila mengalami tindakan premanisme, pemerasan, atau tindak pidana lainnya, segera laporkan kepada kepolisian melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat. Kami akan menindak tegas setiap bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas Jauhari. san

Related posts

Tari Topeng Kelana Meriahkan Bakti Sosial IKAC, Budaya Cirebon Dikenalkan kepada Generasi Muda

cms

Viral di Medsos, Aksi Tempel Barcode Tautan Judol di Jaksel Berujung Penangkapan

redaksi Mtm

Polri Luncurkan Layanan Laporan Polisi Online Lewat Super App

cms

Leave a Comment