MTM Network
Breaking NewsNasional

More than Human Angkat Kearifan Asia Tenggara, Perkuat Pesan Pelestarian Alam Lewat Seni dan Desain

foto dok. luke hayes

Singapura, MTMNetwork.id – Kekayaan tradisi dan kearifan lokal Asia Tenggara mendapat ruang khusus dalam pameran More than Human: Making With the Living World di ArtScience Museum, Singapura. Pameran yang dibuka pada 28 November 2026 ini mempertemukan gagasan seni dan desain global dengan perspektif kawasan mengenai hubungan manusia dan alam.

Dalam edisi perdananya di Asia, pameran tersebut diperkaya dengan 25 karya tambahan yang dikurasi bersama oleh ArtScience Museum dengan dukungan DesignSingapore Council. Kehadiran karya-karya tersebut memberikan sudut pandang berbeda mengenai bagaimana masyarakat Asia memahami dan menjaga hubungan dengan lingkungan.

Sejumlah seniman dan kolaborator yang terlibat antara lain Bewilder, Lêna Bùi, Ines Katamso, Khvay Samnang, Zarina Muhammad, Isa Pengskul, Citra Sasmita, Studio SKLIM, Superlative Futures, serta thesupersystem dan VAAS.

Pameran ini juga melibatkan sejumlah institusi lokal melalui kolaborasi dan peminjaman koleksi. Di antaranya National Parks Board (NParks), Experimental Marine Ecology Laboratory dari National University of Singapore (NUS EMEL), serta Asian Civilisations Museum.

Beberapa karya yang ditampilkan meliputi Bee Trail dari NParks dan Fish Houses dari NUS EMEL. Pengunjung juga dapat melihat koleksi perangkap ikan tradisional Asia Tenggara dari Asian Civilisations Museum yang memperlihatkan keterkaitan antara budaya masyarakat dan kehidupan alam.

Dawn Lim, Direktur Eksekutif DesignSingapore Council, menilai desain memiliki peran penting dalam mengubah cara manusia memahami dunia sekaligus menjalani kehidupan di dalamnya.

“Desain memiliki kekuatan untuk mengubah bukan hanya cara kita memandang dunia, tetapi juga bagaimana kita menjalani kehidupan di dalamnya. Terobosan yang paling bermakna sering kali berawal dari perubahan cara pandang,” ujar Dawn.

Ia menambahkan, melalui pameran ini masyarakat diajak memaknai kembali hubungan dengan alam dan meninjau ulang cara hidup berdampingan dengan spesies lain. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong masa depan yang memungkinkan seluruh bentuk kehidupan tumbuh bersama.

Sementara itu, Angelita Teo dari Marina Bay Sands menyebut pengayaan perspektif Singapura dan Asia Tenggara menjadi bagian penting dalam menghadirkan pemahaman yang lebih dekat dengan masyarakat kawasan.

Dengan mempertemukan hasil penelitian, keahlian, tradisi, dan perspektif lokal, pameran ini berupaya membangun dialog mengenai isu lingkungan yang semakin relevan. Pesan utamanya adalah masa depan berkelanjutan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesediaan manusia untuk belajar dari alam dan menghargai keberadaan spesies lain.

More than Human: Making With the Living World berlangsung di ArtScience Museum, Singapura, mulai 28 November 2026 hingga 16 Mei 2027. Tiket tersedia sejak 28 Oktober 2026 melalui seluruh loket tiket Marina Bay Sands maupun secara daring. san

Related posts

Sidang Etik 13 Jam, Bripda MS Diputus PTDH oleh Polda Maluku

redaksi Mtm

Ditkrimsus Polda Metro Bongkar Peredaran Upal Pecahan Rp100 Ribu di Bogor, Seorang Terduga Tersangka Diamankan

cms

Polisi Perairan Serap Aspirasi Nelayan Kalibaru, Soroti Alat Tangkap hingga Limbah Industri

cms

Leave a Comment

Pilih Bahasa Artikel