Kota Depok, MTMNetwork.id – Atlet Muaythai Kota Depok, Rian Rinaldy, kembali bersiap menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat (Jabar) 2026. Berbekal pengalaman bertanding di tingkat nasional, atlet berusia 28 tahun tersebut akan turun di dua nomor, yakni fight kelas 67 kilogram dan seni Wai Kru.
Perjalanan Rian menekuni Muaythai bermula setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) pada 2017. Sebelumnya, ia menekuni cabang olahraga karate, tetapi kemudian memilih beralih ke Muaythai karena merasa karakter olahraga tersebut lebih sesuai dengan dirinya.
“Awalnya saya ikut cabang olahraga karate, tetapi di karate kalau dipukul keras itu pelanggaran. Kalau di Muaythai tidak,” ujar Rian kepada berita.depok.go.id saat ditemui.
Keputusan tersebut menjadi awal perjalanan Rian menekuni Muaythai hingga mengikuti berbagai kompetisi, termasuk di tingkat nasional. Ia pernah tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua dan PON Aceh, yang memberikan pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya sebagai atlet.
Bagi Rian, PON Papua menjadi salah satu pengalaman yang paling membekas karena merupakan keikutsertaannya yang pertama dalam ajang olahraga nasional tersebut.
Di tingkat daerah, Rian juga pernah menorehkan prestasi membanggakan. Saat berlaga pada Porprov Ciamis, ia berhasil membawa pulang tiga medali untuk Kota Depok. Pengalaman tersebut kini menjadi modal penting untuk kembali berjuang dalam Porprov Jabar 2026.
Pada penyelenggaraan kali ini, tantangan tersendiri menantinya. Khusus cabang olahraga Muaythai, pertandingan akan berlangsung di Kota Bekasi yang menjadi tuan rumah. Dengan demikian, Rian perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan sekaligus atmosfer pertandingan di hadapan pendukung tuan rumah.
Meski demikian, ia tetap berupaya menjaga kesiapan dan memaksimalkan latihan menjelang pertandingan.
“Alhamdulillah tinggal maksimalkan nanti mendekati pertandingan,” katanya.
Menurut Rian, menjadi atlet tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik dan teknik bertanding, tetapi juga kedisiplinan serta kekuatan mental. Rutinitas latihan setiap hari menuntutnya untuk menjaga konsistensi dan melawan rasa malas agar tetap siap menghadapi persaingan.
Dalam perjalanan tersebut, dukungan dari pelatih, rekan-rekan di camp, keluarga, dan Kota Depok turut menjadi penyemangat baginya untuk terus berkembang.
Kini, Rian kembali memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi dua nomor pertandingan yang akan dijalaninya. Ia berharap pengalaman dari berbagai kompetisi sebelumnya dapat membantunya tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi kontingen Kota Depok.
Bagi Rian, kegagalan bukanlah alasan untuk menghentikan langkah. Ia memandang setiap hasil pertandingan sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.
“Kalau gagal, coba lagi, karena kegagalan bukan akhir, tapi awal,” tegasnya.
Dengan semangat tersebut, Rian bertekad menjalani Porprov XV Jawa Barat 2026 sebagai kesempatan untuk kembali mengukir prestasi sekaligus memperjuangkan nama Kota Depok di arena Muaythai. san

