Kota Tangerang, MTMNetwork.id – Sebanyak 18 tim personel pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Tangerang menunjukkan kemampuan terbaik dalam Fire Fighter Skill Competition (FFSC) 2026 di Stadion Benteng Reborn, Sabtu (29/8/2026).
Kompetisi yang diinisiasi BPBD Kota Tangerang tersebut mempertemukan personel dari Mako, UPT, serta Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Mereka beradu ketangkasan melalui sejumlah tantangan yang dirancang untuk menguji kemampuan dalam menjalankan tugas di lapangan.
Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono turut menyaksikan jalannya kompetisi. Ia memberikan apresiasi terhadap semangat seluruh peserta yang tetap mengedepankan kekompakan, profesionalisme dan sportivitas selama perlombaan.
Menurut Maryono, kompetisi tersebut tidak semata-mata menjadi ajang untuk mencari tim terbaik. FFSC juga menjadi sarana bagi personel untuk menguji kembali kemampuan teknis yang dibutuhkan ketika menghadapi situasi darurat.
“Profesi pemadam dan penyelamat adalah tugas kemanusiaan yang mulia sekaligus memiliki risiko tinggi,” ujar Maryono.
Ia menyebut tantangan seperti Survival Challenge dan Hose Laying dapat membantu meningkatkan ketangkasan sekaligus mengasah kemampuan personel dalam bekerja sebagai satu kesatuan.
“Melalui ajang ini, kita tidak hanya melatih fisik dan keterampilan teknis seperti Survival Challenge maupun Hose Laying, tetapi juga mengasah kekompakan tim agar selalu siap siaga memberikan respons cepat (quick response) ketika masyarakat membutuhkan bantuan,” lanjutnya.
Maryono menilai kecepatan respons menjadi salah satu kemampuan utama yang harus dimiliki personel Damkar dan penyelamatan. Dalam kondisi darurat, setiap detik dapat menentukan keberhasilan proses penanganan maupun penyelamatan.
Karena itu, personel dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu berkomunikasi dan bekerja sama secara solid dengan anggota tim lainnya.
Penampilan para peserta pun mendapat perhatian Maryono. Ia melihat seluruh tim mampu menunjukkan ketangkasan dan kesiapan dalam mengikuti setiap rangkaian perlombaan.
“Saya melihat dari 18 tim ini semuanya gesit dan tangkas. Ini membuktikan bahwa masing-masing tim dari berbagai wilayah memiliki kesiapsiagaan yang baik dan siap menghadapi berbagai situasi,” katanya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas personel secara berkelanjutan. Latihan yang dilakukan secara rutin dinilai penting agar kemampuan petugas tetap terjaga ketika sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat.
Maryono pun berharap peningkatan kemampuan melalui kompetisi dan simulasi dapat berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan penyelamatan di Kota Tangerang.
“Harapannya, kemampuan dan kesiapsiagaan seluruh personel terus meningkat, sehingga masyarakat Kota Tangerang merasa semakin aman dan mendapatkan pelayanan penyelamatan yang cepat serta maksimal,” tutupnya. san

