Entertainment & Lifestyle

Fokus Bisnis Busana Muslim, Sarah Vi Sukses Kembangkan 7 Brand hingga Tembus Pasar Internasional

Sarah Vi Sukses Kembangkan 7 Brand hingga Tembus Pasar Internasional

MTM Network, Jakarta — Seorang mantan artis yang dulu dikenal karena perannya sebagai Inem di film televisi berjudul Inem pelayan Sexy, Sarah Vi walau kini jarang tampil di layar kaca dan memilih fokus mengembangkan bisnis busana muslim yang telah dirintis sejak 2008. Usahanya kini berkembang pesat dengan memiliki tujuh brand yang menyasar berbagai segmen pasar.

Ditemui dalam acara halal bihal yang diselenggarkan artis senior Anwar Fuady, dalam keterangannya, Sarah Vi menjelaskan bahwa lini bisnisnya tidak hanya terbatas pada busana muslim wanita, tetapi juga mencakup produk untuk pria, khimar panjang, hingga gaya urban yang lebih modern.
“Sekarang sudah ada sekitar tujuh brand, ada untuk cowok, khimar panjang, sampai urban style,” ujarnya.

Sarah Vi Sukses Kembangkan 7 Brand hingga Tembus Pasar Internasional

Di tengah tantangan ekonomi dan dampak pandemi COVID-19, bisnisnya justru menunjukkan pertumbuhan signifikan. Ia mengaku tetap produktif saat banyak pelaku usaha lain mengalami penurunan.
“Waktu COVID banyak yang berhenti, tapi kami tetap produksi dan justru berkembang. Sekarang pun tetap berjalan, terutama lewat penjualan online,” katanya.

Produk yang dikembangkan juga telah menembus pasar internasional. Awalnya, permintaan datang dari pelanggan luar negeri seperti Qatar, Australia, Jerman, dan Arab Saudi, sebelum akhirnya memperluas jaringan melalui ajang fesyen di Singapura.
Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang tersebut menjadi titik penting dalam memperkenalkan produk ke pasar global, meskipun tanpa mengandalkan popularitas pribadi.
“Mereka tidak tahu siapa kami, tapi membeli karena kualitas dan desain. Setelah itu mereka kembali membeli,” ungkapnya.

Sarah Vi Sukses Kembangkan 7 Brand hingga Tembus Pasar Internasional

Sarah Vi mengakui bahwa konsep desain yang diusung tergolong unik dan tidak umum di pasaran, dengan karakter warna yang lebih berani dan berbeda dari tren busana muslim yang cenderung netral.
“Awalnya memang sulit karena desainnya segmented dan colorful, tapi ternyata punya pasar sendiri,” jelasnya.

Saat ini, sistem penjualan dilakukan melalui kombinasi ready stock dan pre-order, termasuk melalui siaran langsung (live streaming) setiap hari. Strategi ini dinilai efektif meningkatkan penjualan, terutama pada momentum Ramadan.
“Menjelang Ramadan, produk sudah hampir habis bahkan sebelum resmi diluncurkan,” katanya.

Sarah Vi Sukses Kembangkan 7 Brand hingga Tembus Pasar Internasional

Meski demikian, ia mengaku masih merindukan aktivitas di dunia hiburan, khususnya suasana kerja di balik layar. Namun, untuk sementara waktu ia memilih memprioritaskan keluarga dan bisnis.
Beberapa tawaran pekerjaan di industri hiburan pun terpaksa ditolak karena keterbatasan waktu dan pertimbangan keluarga.
Ke depan, ia berharap bisnis yang dijalankan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas, termasuk rencana membangun sebuah yayasan.
“Harapannya bisa terus berkembang dan ke depan ingin membuat foundation,” pungkasnya. (Andi Arif)

Related posts

Peluncuran Sandec Music Publisher, Harapan Baru bagi Musisi Indonesia

cms

Klarifikasi Pesulap Merah Pernah Menjalani Poligami

cms

Nina Nugroho Dukung Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia, Koleksi Raya 2026 Sold Out di Awal Ramadan

redaksi Mtm

Leave a Comment