DEPOK, MTM Network – Desainer modest fashion Nina Nugroho menyatakan kesiapannya mendukung Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) dalam acara buka puasa bersama yang digelar di kediamannya di Cimanggis, Depok, Kamis (27/02/2026).
Acara tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, Nina menerima amanah sebagai pembina YPJI sekaligus dilakukan simbolisasi penyerahan jaket kepada pihak yayasan sebagai bentuk dukungan dan kebersamaan.
Momen penyerahan jaket tersebut menjadi simbol komitmen untuk berjalan bersama serta memperkuat solidaritas antara Nina dan insan jurnalis yang tergabung dalam yayasan.
“Terima kasih kepada Ketua Umum, Sekjen, dan seluruh pengurus atas kepercayaan serta amanah yang diberikan. Mari kita bergerak bersama untuk memberikan yang terbaik bagi Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia. Sebuah nama adalah doa, dan dari nama tersebut jelas bahwa tujuan organisasi ini adalah kepedulian terhadap jurnalis,” ujarnya.

Ia menegaskan fokus yayasan adalah membantu jurnalis, khususnya di Jakarta dan Jabodetabek, baik dari sisi sosial maupun kebersamaan.
“Sejak awal saya selalu menyampaikan, jika teman-teman sedang dalam kondisi senang, mungkin tidak perlu memberi tahu saya karena pasti banyak yang menemani. Namun jika ada yang mengalami kesulitan atau membutuhkan bantuan, insya Allah, dengan segala keterbatasan, saya siap membersamai,” katanya.
Nina menambahkan dukungan yang diberikan akan disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuannya, termasuk membuka fasilitas yang dimilikinya untuk dimanfaatkan sebagai ruang diskusi maupun penyusunan program kerja.
“Atas nama pribadi dan perusahaan, insya Allah kami siap mendukung sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Nina juga memaparkan perkembangan Koleksi Raya 2026 yang telah diluncurkan sejak 25 Januari 2026 dan telah terjual habis pada hari ketujuh Ramadan 2026.
“Sebenarnya saat ini bukan lagi tahap persiapan, karena koleksi Raya 2026 sudah diluncurkan sejak 25 Januari. Untuk tahun ini, kami menghadirkan 7 koleksi untuk perempuan dan 7 koleksi untuk laki-laki, sehingga total ada 14 koleksi,” jelasnya.

Tahun ini, konsep yang diusung adalah couple atau sarimbit dengan tema “Kembali”, yang dimaknai sebagai kembali ke keluarga, kembali mengingat UMKM, serta kembali pada makna Lebaran.
Seluruh koleksi menggunakan tenun bulu Garut yang proses pembuatannya memakan waktu sekitar 14 hari untuk satu kain.
“Menariknya, hingga hari ke-7 Ramadan, koleksi Raya sudah terjual habis (sold out). Saat ini, tim sedang memperpanjang kerja sama dengan para pengrajin untuk menambah produksi dalam waktu sekitar dua minggu,” ungkapnya.
Selain koleksi Raya, Nina juga meluncurkan koleksi Ramadan bertajuk Abaya Profesional yang dirancang untuk menunjang aktivitas perempuan modern dengan tetap mengedepankan nilai kelembutan dan profesionalisme. (AS/AA)
