MTM Network
Breaking NewsNasional

Investasi Kabupaten Bogor Tembus Rp13,72 Triliun, Serap 25.502 Tenaga Kerja

foto dok. diskominfo pemkab bogor

Kabupaten Bogor, MTMNetwork.id – Kabupaten Bogor semakin menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu daerah tujuan investasi utama di Jawa Barat. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi di Kabupaten Bogor mencapai Rp13,72 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 25.502 orang.

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Bogor di posisi ketiga untuk realisasi investasi dan peringkat kedua dalam penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, capaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan besarnya nilai investasi yang masuk, tetapi juga menunjukkan adanya kepercayaan dari dunia usaha terhadap Kabupaten Bogor.

“Investasi pada dasarnya adalah salah satu bentuk kepercayaan. Karena itu, kepercayaan ini harus kita jaga dengan terus memperbaiki pelayanan, memperkuat infrastruktur dan konektivitas, serta memberikan kemudahan dan kepastian dalam berusaha,” kata Rudy.

Menurutnya, keberadaan investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif agar dunia usaha dapat berkembang sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

“Kita ingin investasi yang masuk ke Kabupaten Bogor tidak berhenti pada nilai investasi saja. Yang paling penting adalah bagaimana investasi itu membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada Triwulan II 2026 saja, realisasi investasi Kabupaten Bogor tercatat mencapai Rp6,59 triliun. Nilai tersebut berasal dari 3.070 perusahaan dengan total 8.872 proyek.

Dari realisasi tersebut, sebanyak 12.509 tenaga kerja terserap. Investasi terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,75 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,84 triliun.

Rudy menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah cepat berpuas diri. Sebaliknya, peningkatan investasi harus menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas pelayanan sekaligus mempertahankan kepercayaan investor.

“Rp13,72 triliun bukan garis akhir. Ini adalah kepercayaan yang harus kita jawab dengan kerja yang lebih baik. Pelayanan harus semakin cepat, perizinan semakin sederhana, infrastruktur semakin baik, dan konektivitas semakin kuat,” tegasnya.

Adapun investasi pada Triwulan II 2026 tersebar di sejumlah sektor. Sektor Perumahan dan Kawasan Industri menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp2,76 triliun.

Kemudian sektor Jasa Lainnya mencapai Rp1,07 triliun, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi sebesar Rp605,52 miliar, Industri Makanan Rp338,47 miliar, serta Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp293,42 miliar.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, Industri Kimia dan Farmasi menjadi sektor dengan kontribusi terbesar, yakni sebanyak 1.904 orang. Berikutnya Perdagangan dan Reparasi sebanyak 1.753 orang serta Industri Logam, Mesin dan Elektronika sebanyak 1.631 orang.

Menurut Rudy, keberagaman sektor tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat perekonomian daerah. Aktivitas industri, perdagangan, jasa, transportasi hingga pengembangan kawasan dapat saling terhubung dan menciptakan efek ekonomi yang lebih luas.

Ia menekankan keberhasilan investasi pada akhirnya tidak cukup diukur dari jumlah modal yang ditanamkan.

“Ukuran keberhasilan investasi bukan hanya berapa rupiah yang masuk ke Kabupaten Bogor, tetapi berapa banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk tumbuh bersama investasi tersebut,” katanya.

Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong agar pertumbuhan investasi berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan pekerjaan, pertumbuhan UMKM serta peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan capaian Rp13,72 triliun pada Semester I 2026, Kabupaten Bogor memiliki modal untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi Jawa Barat.

“Kita bersyukur atas kepercayaan yang diberikan dunia usaha. Tetapi pekerjaan kita belum selesai. Momentum ini harus kita jaga dan terus kita tingkatkan agar pertumbuhan ekonomi semakin dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkas Rudy. san

Related posts

Pentingnya Membangun Kesadaran kolektif dan Perubahan Pola Pikir Menghadapi Ancaman Karhutla dan Narkoba

cms

Polisi Kembangkan Kasus Peredaran Obat Keras Ilegal di Teluknaga, Telusuri Jalur Distribusi

cms

Jumat Berkah Wartawan Pekan ke-83 Jangkau Ciputat, Puluhan Paket Makanan Dibagikan untuk Warga dan Pekerja Informal

cms

Leave a Comment

Pilih Bahasa Artikel