MTM Network
Breaking NewsNasional

Yayasan Bulir Padi Gandeng Kampus Cetak Wirausahawan Muda Peduli Lingkungan

foto ilustrasi dok. oleh odua

Jakarta, MTMNetwork.id – Persoalan yang ditemukan di lingkungan sekitar ternyata dapat menjadi sumber inspirasi untuk membangun usaha. Inilah pendekatan yang coba dikenalkan Yayasan Bulir Padi (YBP) melalui Program Kewirausahaan Sosial YBP kepada 25 anak muda binaannya.

Bekerja sama dengan Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FBIS Atma Jaya), YBP mengajak peserta melihat potensi wilayah mereka sebelum menentukan ide bisnis.

Para peserta yang berasal dari Palmerah, Marunda dan Bidara Cina akan mengikuti sepuluh sesi pembekalan hingga November 2026. Mereka akan belajar bagaimana mengubah kebutuhan masyarakat, potensi lokal dan persoalan lingkungan menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial.

Ketua Yayasan Bulir Padi, Tia Sutresna, mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya YBP membuka peluang ekonomi bagi anak muda dari komunitas prasejahtera.

“Kewirausahaan sosial merupakan salah satu strategi paling efektif untuk membuka peluang ekonomi sekaligus menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan bagi anak muda binaan kami,” ujar Tia.

Dalam program ini, peserta tidak diarahkan sekadar membuat konsep bisnis untuk mengejar keuntungan. Mereka juga diminta mempertimbangkan dampak usaha terhadap masyarakat dan lingkungan.

Karena itu, prinsip Green Economy dan Circular Economy menjadi materi penting. Peserta diajak memahami pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, pengurangan limbah serta upaya memperpanjang siklus penggunaan material.

Model tersebut diharapkan dapat melahirkan ide usaha yang sesuai dengan kondisi nyata di masing-masing komunitas. Dengan demikian, bisnis yang dirancang tidak hanya memiliki peluang pasar, tetapi juga menjawab persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Pembelajaran dimulai dari pengenalan kewirausahaan sosial dan pemetaan komunitas. Peserta kemudian mempelajari design thinking, Business Model Canvas serta penyusunan Social Business Plan yang mencakup pemasaran, operasional, manajemen dan keuangan.

Kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi salah satu kekuatan program tersebut. FBIS Atma Jaya menghadirkan dosen dan praktisi sebagai pemateri, sekaligus memberikan evaluasi terhadap rancangan bisnis peserta.

Sekretaris Prodi Manajemen FBIS Unika Atma Jaya, Benedicta E.P, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi kesempatan bagi kampus untuk menghadirkan ilmu kewirausahaan sosial secara langsung kepada anak muda dari komunitas prasejahtera.

“Kolaborasi ini merupakan kesempatan bagi kampus untuk menghadirkan ilmu kewirausahaan sosial secara langsung kepada anak muda dari komunitas prasejahtera dampingan Yayasan Bulir Padi,” katanya.

Sementara dukungan PT Lautan Luas Tbk turut memperkuat pelaksanaan program, termasuk melalui pendanaan operasional dan seed funding bagi pemenang Social Business Plan.

Puncak program akan berlangsung pada 28 November 2026 melalui sesi pitching. Dalam momentum tersebut, para peserta akan mempresentasikan rancangan bisnis mereka di hadapan panelis yang melibatkan perwakilan komunitas, YBP, FBIS Atma Jaya dan PT Lautan Luas Tbk.

Bagi YBP, program ini menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan anak muda yang telah dilakukan selama lebih dari dua dekade. Hingga kini, yayasan tersebut telah melayani lebih dari 1.800 penerima manfaat melalui berbagai program pemberdayaan di sejumlah wilayah. san

Related posts

Produk Fesyen UMKM Kota Tangerang Curi Perhatian di APEKSI 2026, Batik Lokal Laris Diburu Pengunjung

cms

Tingkatkan Profesionalisme Personel, Brimob Polda Metro Jaya Gelar Sertifikasi PHH dan Operator Kendaraan Taktis

redaksi Mtm

Polrestro Tangerang Kota Dapat Penghargaan Pelayanan Prima, Kapolda Dorong Standar Layanan Terus Dijaga

cms

Leave a Comment

Pilih Bahasa Artikel