MTM Network
Breaking NewsNasional

Fight For A Cure 2026 Digelar, Puluhan Petarung Bali Naik Ring untuk Dukung Riset Kanker

foto dok. nuanu creative city

Bali, MTMNetwork.id – Ring tinju dalam Fight For A Cure 2026 bukan hanya menjadi tempat para petarung menunjukkan kemampuan mereka. Di balik setiap pertandingan, tersimpan kisah personal tentang keluarga, kehilangan dan perjuangan melawan kanker.

Ajang yang digagas Germ Cell tersebut kembali digelar di Block 42, Nuanu Creative City, Bali, Sabtu (3/10/2026). Memasuki edisi keempat, kegiatan ini melibatkan lebih dari 30 gym, 40 petarung dan lebih dari 1.500 pendukung dari berbagai penjuru Bali.

Salah satu kisah datang dari Anatoli, petarung dari Lions MMA. Ia naik ring tahun ini dengan membawa kenangan terhadap sang bibi yang meninggal akibat kanker darah ketika dirinya masih kecil.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan yang membuat perjalanan Anatoli di dunia tinju memiliki makna tersendiri. Pertandingannya kali ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap anggota keluarganya yang telah pergi akibat kanker.

Cerita lain datang dari Jake dari The Block. Ia mendedikasikan pertandingan untuk kedua orang tuanya yang sama-sama pernah menghadapi kanker dan berhasil melewati masa sulit tersebut.

Kisah para petarung itu menjadi gambaran bagaimana kanker memiliki dampak personal bagi banyak orang yang terlibat dalam Fight For A Cure. Founder Germ Cell, Kai Suteja, yang juga merupakan penyintas kanker, mengatakan pengalaman tersebut menjadi energi bagi komunitas untuk bergerak bersama.

“Bagi banyak orang yang terlibat dalam Fight For A Cure, kanker adalah sesuatu yang sangat personal,” ujar Kai.

Menurutnya, ajang ini memberikan ruang bagi orang-orang untuk mengubah pengalaman pribadi menjadi aksi bersama. Para petarung tidak sekadar bertanding, tetapi juga membawa pesan kepedulian kepada mereka yang sedang menghadapi kanker.

Di sisi lain, dukungan terhadap kegiatan tahun ini meningkat. Nuanu Social Fund menaikkan kontribusinya menjadi hampir Rp117 juta atau sekitar US$6.500, lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp45 juta pada 2025.

Head of Nuanu Social Fund, Ida Ayu Astari Prada, mengatakan peningkatan dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen terhadap inisiatif yang mampu menggerakkan komunitas sekaligus menghasilkan dampak sosial.

“Kami meningkatkan dukungan karena Fight For A Cure telah membuktikan kemampuannya dalam menggerakkan komunitas dan mengubah partisipasi tersebut menjadi dukungan yang nyata,” kata Ida Ayu.

Germ Cell sendiri hingga kini telah menyalurkan sekitar Rp1,5 miliar untuk riset kanker. Dukungan tersebut mencakup penelitian di Chris O’Brien Lifehouse serta penelitian yang dipimpin Dr. Kim Alexander dan Profesor Jeremy Crook.

Penelitian yang didukung menyasar sejumlah tantangan dalam penanganan kanker, termasuk deteksi dini dan kekambuhan hingga pengembangan terapi yang lebih efektif untuk kanker agresif.

“Menang atau kalah, kemenangan yang sebenarnya adalah dana yang berhasil kami kumpulkan untuk mendukung riset kanker. Dengan sains yang lebih baik, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik,” tutur Kai.

Dengan semangat tersebut, Fight For A Cure terus berkembang dari komunitas kebugaran menjadi gerakan sosial yang mempertemukan olahraga, solidaritas dan dukungan terhadap riset kanker. san

Related posts

TAZA IMPACT Dorong Muslim Indonesia Siap Hadapi Tantangan Global Lewat Forum ‘Becoming Muslim in Borderless World’

cms

Angin Segar Untuk Ribuan Korban PT DSI, Bareskrim Polri Berhasil Melakukan Penelusuran Aset (Asset Tracing)

cms

Tari Topeng Kelana Meriahkan Bakti Sosial IKAC, Budaya Cirebon Dikenalkan kepada Generasi Muda

cms

Leave a Comment

Pilih Bahasa Artikel