MTM Network
Breaking NewsNasional

Bukan Sekadar Pangkas Pengeluaran, Ini Cara Agar Tabungan Tak Terus Terkuras

Foto Ilustrasi Dok. DANA (Conscious Spending)

Jakarta, MTMNetwork.id – Menjaga tabungan agar tidak terus terpakai untuk kebutuhan sehari-hari menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Fenomena “mantab” atau makan tabungan menggambarkan kondisi ketika seseorang mulai menggunakan simpanan karena pendapatan yang tersedia tidak lagi cukup menutup kebutuhan.

Gambaran tersebut sejalan dengan Survei Konsumen Bank Indonesia pada Agustus 2026. Porsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi naik menjadi 74,2 persen, sedangkan porsi yang disisihkan untuk tabungan turun menjadi 15,8 persen.

Pada saat yang sama, porsi pendapatan yang digunakan untuk membayar cicilan atau utang tercatat 10,0 persen.

Dengan komposisi tersebut, dari pendapatan Rp1 juta, sekitar Rp742 ribu digunakan untuk konsumsi, Rp100 ribu untuk cicilan, dan Rp158 ribu dialokasikan untuk tabungan.

Kondisi saldo masyarakat juga tercermin dalam data Perbanas. Rata-rata saldo rekening masyarakat dengan simpanan di bawah Rp100 juta menyusut dari Rp3,1 juta pada 2018 menjadi Rp1,7 juta pada Mei 2026.

Penurunan tersebut mencapai sekitar 45 persen dalam kurun waktu delapan tahun.

Head of Investment & Insurance DANA Group Ivan Kusuma mengatakan, persoalan tersebut perlu dilihat lebih luas daripada sekadar kebiasaan membeli barang atau menikmati hiburan.

“Masalahnya sering kali muncul karena uang untuk kebutuhan hari ini, kebutuhan darurat, dan tujuan masa depan bercampur dalam satu tempat,” kata Ivan.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat tabungan mudah digunakan ketika ada kebutuhan yang dianggap lebih mendesak.

Untuk mengatasinya, masyarakat dapat menerapkan konsep conscious spending. Pendekatan ini mengajak seseorang menentukan terlebih dahulu tujuan penggunaan uang sehingga pengeluaran tidak semata-mata didasarkan pada keinginan sesaat.

“Conscious spending intinya adalah menentukan dulu untuk apa uang akan dipakai, sebelum uang itu dibelanjakan,” ujar Ivan.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengenali pola pengeluaran. Masyarakat dapat mengecek kembali transaksi dan memperhatikan pengeluaran kecil atau micro-spending yang sering kali tidak terasa.

Jajan, parkir, hingga biaya berlangganan aplikasi merupakan beberapa contoh pengeluaran yang apabila terjadi berulang dapat mengurangi saldo secara perlahan.

Setelah mengetahui pola tersebut, langkah selanjutnya adalah menetapkan prioritas. Anggaran sebaiknya dibuat realistis dan disesuaikan dengan kondisi serta tujuan masing-masing individu.

Untuk membantu mewujudkan tujuan finansial, masyarakat dapat menyisihkan dana melalui berbagai instrumen sesuai profil dan kebutuhannya. Di DANA tersedia sejumlah pilihan seperti DANA Goals, DANA eMAS dan DANA+ dengan fungsi yang berbeda.

“Tidak ada satu cara budgeting yang cocok untuk semua orang, karena kebutuhan dan tujuan tiap orang berbeda,” tutur Ivan.

Selain itu, kebiasaan memberikan jeda sebelum berbelanja juga dapat diterapkan. Ketika menemukan barang yang ingin dibeli tetapi tidak mendesak, seseorang dapat menunggu 24 jam sebelum mengambil keputusan.

Cara tersebut bukan berarti melarang masyarakat menikmati hasil kerja. Sebaliknya, prinsip “pause, bukan pantang” memberikan ruang untuk berpikir lebih rasional sebelum mengeluarkan uang.

Penggunaan cicilan juga dapat dipertimbangkan sepanjang dilakukan secara terukur. Cicilan sebaiknya tidak melebihi kemampuan finansial dan digunakan untuk kebutuhan yang jelas.

Pada akhirnya, pengelolaan keuangan yang sehat tetap perlu memberikan ruang bagi seseorang untuk menikmati hidup. Hiburan, liburan dan kebutuhan personal tetap dapat dimasukkan dalam anggaran selama tidak mengganggu kebutuhan utama maupun tujuan finansial.

“Yang penting, kemudahan bayar digital perlu diimbangi dengan kesadaran finansial supaya kita tidak jadi lebih impulsif,” kata Ivan.

Karena itu, menghadapi fenomena makan tabungan tidak cukup hanya dengan memangkas seluruh pengeluaran. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan untuk mengetahui ke mana uang pergi, menentukan prioritas dan memberi tujuan pada setiap dana yang dimiliki. san

Related posts

Merry Riana Resmi Terima KTA Demokrat, AHY: Ini Bukan Sekadar Keanggotaan, tapi Rumah Perjuangan

redaksi Mtm

Coba Rampas Tas Nenek 80 Tahun, Pria di Jelambar Ditangkap 20 Menit Usai Beraksi

redaksi Mtm

Sewa Kios Pasar Cisalak Depok Cuma Rp600 Ribu per Meter, Pedagang Bisa Cicil

cms

Leave a Comment

Pilih Bahasa Artikel