MTM Network
Breaking News

Bank Sampah 102 Ubah Limbah Rumah Tangga Menjadi Produk Bernilai, Hasilnya Kembali untuk Kegiatan Sosial Warga

foto dok. diskominfo kota tng

Kota Tangerang, MTM Network – Upaya mengurangi timbulan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan terus dilakukan berbagai komunitas di Kota Tangerang. Salah satunya melalui Bank Sampah 102 yang berada di Jalan Jamlang II, RT 04/RW 15, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas. Selama hampir lima tahun terakhir, bank sampah ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga mengembangkan berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Berawal dari keinginan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, Bank Sampah 102 mengajak warga untuk memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Sampah-sampah tersebut kemudian diolah kembali menjadi berbagai produk kreatif yang dapat dimanfaatkan maupun dipasarkan.

Ketua Bank Sampah 102, Saifuddin, mengatakan keberlangsungan program tersebut tidak lepas dari dukungan para nasabah bank sampah dan kerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membantu proses pemasaran hasil daur ulang.

“Produk daur ulang bekerja sama dengan UMKM sehingga pemasarannya lebih luas,” ujar Saifuddin.

Menurutnya, berbagai jenis limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak bernilai justru dapat diubah menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai jual. Kardus, botol plastik, hingga kantong kresek bekas menjadi bahan utama berbagai produk kreatif hasil karya pengelola dan warga.

“Botol plastik bisa menjadi sapu, tutup botol jadi gantungan, sedangkan kresek plastik bisa menjadi mainan mewarnai untuk anak-anak,” jelasnya.

Lebih dari sekadar pengelolaan sampah, Bank Sampah 102 juga mengembangkan sejumlah program sosial berbasis pemberdayaan masyarakat. Keuntungan yang diperoleh dari hasil pengelolaan dan penjualan produk daur ulang tidak hanya digunakan untuk operasional, tetapi juga dialokasikan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Kita tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga ada edukasi dan kegiatan sosial. Dana dari daur ulang atau keuntungan dari sampah diputar kembali untuk kegiatan sosial agar manfaatnya kembali ke warga,” kata Saifuddin.

Program sosial yang dijalankan meliputi rumah belajar gratis bagi anak-anak, santunan untuk anak yatim, hingga kegiatan Jumat Berkah yang rutin digelar bagi masyarakat sekitar. Kehadiran program-program tersebut membuat manfaat bank sampah dirasakan lebih luas oleh warga.

Saifuddin menilai perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Warga kini semakin terbiasa memilah sampah dari rumah dan memiliki kesadaran lebih tinggi untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Lingkungan sekarang jadi lebih bersih dan sehat. Anak-anak juga punya rumah belajar sehingga waktu luang mereka lebih bermanfaat,” tambahnya.

Manfaat keberadaan Bank Sampah 102 juga dirasakan langsung oleh para nasabah. Salah satunya Pipit, warga yang telah menjadi nasabah selama sekitar tiga tahun. Ia mengaku program tersebut membantu masyarakat mengubah sampah menjadi sumber penghasilan tambahan.

“Sangat terbantu sekali. Dulu sampah plastik biasanya langsung dibuang, sekarang botol-botol yang tidak terpakai bisa jadi cuan juga,” ujarnya.

Menurut Pipit, hampir seluruh warga sekitar merasakan dampak positif dari program tersebut. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, hasil pengelolaan sampah juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Semua warga cukup terbantu. Sampah-sampah yang tadinya berserakan sekarang ditampung di Bank Sampah 102 dan hasilnya juga membantu kesejahteraan warga,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai peduli terhadap persoalan sampah sejak dari rumah. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

“Persoalan sampah bukan untuk diwariskan kepada anak cucu kita. Kita bisa mulai sekarang memilah sampah dari rumah agar bisa didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” tandas Pipit. san

Related posts

Polri Tegaskan Rekrutmen 2026 Transparan, 5.432 Calon Taruna Akpol Lolos Verifikasi

cms

Polri Siapkan 161 Ribu Personel Gabungan untuk Amankan Mudik, Operasi Ketupat Digelar 13-25 Maret 2026

redaksi Mtm

Komitmen PNM di Sektor Sosial: Kampanye RE3 FOR-E Ubah Kepedulian Jadi Aksi Nyata

cms

Leave a Comment