MTM Network
Breaking NewsNasional

DANA Soroti Perubahan Profesi Engineer di Era AI: Bukan Lagi Sekadar Jago Coding

foto dok. dana indonesia

Jakarta, MTMNetwork.id – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara kerja para profesional teknologi, termasuk software engineer. Kemampuan coding tetap penting, tetapi perusahaan kini semakin membutuhkan talenta yang mampu memahami bisnis, memecahkan masalah, merancang sistem, dan mengambil keputusan secara menyeluruh.

Perubahan tersebut dibahas DANA melalui AI@Work Lab di IdeaFest 2026. Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah Beyond Coding: Building a Career AI Can’t Replace yang menghadirkan CTO DANA Indonesia Norman Sasono, CTO Google Cloud Indonesia Sai Prasad Kolluri, dan Founder ASSAI Abil Sudarman.

Dalam sesi tersebut, para pembicara membahas bagaimana AI mengubah peran software engineer serta keterampilan yang semakin dibutuhkan di dunia kerja.

CTO DANA Indonesia, Norman Sasono, mengatakan kemudahan menghasilkan kode menggunakan AI justru membuat kemampuan manusia dalam memahami konteks dan mengambil keputusan semakin penting.

“AI dapat membantu menjawab how, tetapi engineer tetap bertanggung jawab atas why, what, dan what could go wrong,” ujar Norman.

Menurutnya, ketika kode semakin mudah dihasilkan oleh teknologi, nilai seorang engineer tidak lagi hanya ditentukan dari kemampuan menulis kode.

“Ketika kode semakin mudah dihasilkan, kemampuan memahami konteks, menggunakan penilaian yang tepat, dan akuntabilitas justru menjadi semakin penting,” lanjutnya.

DANA sendiri telah menggunakan AI secara luas dalam proses pengembangan teknologi. Sekitar 80–90 persen kode di perusahaan tersebut saat ini dihasilkan dengan dukungan AI.

Namun, penggunaan AI tidak membuat engineer kehilangan peran. Mereka tetap bertanggung jawab dalam merumuskan persoalan, menentukan arsitektur sistem, memvalidasi hasil, memastikan keamanan, serta mengambil keputusan akhir.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi teknologi ke depan akan semakin beririsan dengan kemampuan nonteknis. Engineer dituntut memahami kebutuhan bisnis dan pengguna, sekaligus mampu mempertimbangkan risiko dari keputusan teknologi yang dibuat.

Pemanfaatan AI juga telah memberikan dampak pada operasional DANA. Sepanjang 2025, penerapan agentic AI pada sejumlah proses mencatat peningkatan produktivitas hingga 57 persen. Kepuasan pelanggan meningkat 13 persen, sedangkan penyelesaian layanan menjadi 10 persen lebih cepat.

Namun, DANA menilai peningkatan produktivitas harus tetap berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Dalam sesi lain di AI@Work Lab, CEO & Co-Founder DANA Indonesia Vince Iswara menekankan bahwa manusia tetap memegang peran utama dalam menentukan konteks, menjaga kualitas, mengelola risiko, dan bertanggung jawab atas hasil AI.

“Adopsi AI bukan lagi tujuan akhir. Nilainya baru tercipta ketika teknologi tersebut membantu menyelesaikan persoalan yang nyata, memperbaiki kualitas keputusan, dan memberikan hasil yang dapat diukur,” kata Vince.

Karena itu, masa depan talenta teknologi tidak hanya bergantung pada kemampuan menguasai alat AI. Kemampuan berpikir kritis, memahami persoalan, mengambil keputusan, merancang solusi, dan mempertanggungjawabkan hasil justru menjadi kompetensi yang semakin bernilai.

Melalui AI@Work Lab, DANA mendorong perusahaan dan talenta untuk melihat AI sebagai teknologi yang memperkuat kemampuan manusia, bukan sekadar alat untuk menggantikan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual. san

Related posts

Atlet Judo Kota Tangerang Borong Tiga Medali di Kejurnas Mahasiswa 2026

cms

Jelang Ramadan, Polda Metro Jaya Gelar Apel Siaga ‘Jaga Jakarta untuk Indonesia’

redaksi Mtm

Berulang Kali Beraksi di Tangerang, Spesialis Curanmor Jual Motor Curian hingga Jawa Tengah

cms

Leave a Comment

Baca Berita Bahasa Negara Lainnya »