MTM Network
Breaking NewsNasional

Pemkot Bogor Mulai Benahi Kawasan Stasiun, 65 Lapak Ditertibkan dan JPO Disiapkan**

foto dok. diskominfo pemkot bogor

Kota Bogor, MTMNetwork.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai melakukan penataan menyeluruh kawasan sekitar Stasiun Bogor. Penataan mencakup sejumlah titik strategis, mulai dari Alun-alun Kota Bogor, Jalan Nyi Raja Permas, Jalan M.A. Salmun, hingga Jalan Dewi Sartika.

Langkah tersebut diawali dengan apel sebagai peneguhan komitmen bersama untuk membangun wajah Kota Bogor yang lebih maju dan modern. Setelah apel, penataan dilanjutkan di Jalan Nyi Raja Permas yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin atas arahan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.

Dedie menjelaskan, penataan kawasan Stasiun Bogor merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman atau MoU antara Pemkot Bogor dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang ditandatangani pada 7 September 2026.

“Dalam MoU itu ada poin utama yang harus kita kerjakan secara kolektif antara Pemkot Bogor, PT KAI, dan juga Daop 1 termasuk Kemenhub untuk menata ulang keseluruhan area sekitar Stasiun Bogor, alun-alun, termasuk Jalan M.A. Salmun, Nyi Raja Permas, dan Dewi Sartika,” ungkap Dedie.

Pada tahap awal, Pemkot Bogor menertibkan sebanyak 65 lapak di Jalan Nyi Raja Permas. Lapak-lapak tersebut sebelumnya telah disosialisasikan karena berada di atas saluran air dan trotoar, sehingga perlu ditata untuk mengembalikan fungsi ruang publik.

Penataan tersebut tidak hanya diarahkan pada aspek ketertiban, tetapi juga diikuti rencana pembangunan sentra kuliner. Pemkot Bogor menyiapkan lokasi yang lebih tertata untuk mengakomodasi aktivitas pedagang sekaligus pengunjung kawasan Alun-alun Kota Bogor.

“Jadi itu tahap pertama, selanjutnya kita akan mulai menyiapkan satu tempat untuk kuliner yang lebih tertata, manusiawi, dan juga tentu sebagai tempat mengakomodir pengunjung yang datang ke alun-alun,” kata Dedie.

Setelah Jalan Nyi Raja Permas, penataan akan berlanjut ke Jalan M.A. Salmun. Di kawasan tersebut, Pemkot Bogor berencana membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sekaligus menutup secara permanen perlintasan sebidang.

Penertiban juga akan dilakukan terhadap aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan M.A. Salmun. Sebagai bagian dari penataan, Pemkot Bogor memberikan alternatif tempat berjualan di dalam Blok F Pasar Kebon Kembang.

Dedie mengatakan langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kondisi dan posisi para pedagang agar memiliki tempat usaha yang lebih representatif.

“Jadi ini bagian dari upaya untuk kita meningkatkan marwah para pedagang kaki lima menjadi pedagang yang memiliki paling tidak lapak di sebuah tempat yang representatif,” ujarnya.

Penataan kemudian diarahkan hingga Jalan Dewi Sartika. Setelah seluruh kawasan tertata, jalan tersebut direncanakan menjadi salah satu jalan protokol Kota Bogor yang terhubung dengan Jalan Sawojajar, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pengadilan, hingga tersambung dengan Jalan Kapten Muslihat.

Rangkaian penataan kawasan ini menjadi bagian dari rencana Pemkot Bogor mengubah konsep dan wajah kota, khususnya di kawasan yang menjadi salah satu pintu masuk dan pusat aktivitas masyarakat.

Dedie menegaskan, pemerintah daerah akan menjalankan berbagai langkah yang memungkinkan untuk mewujudkan harapan masyarakat terhadap wajah Kota Bogor ke depan.

“Tugas kita mendekatkan harapan masyarakat, tugas kita mendekatkan impian warga Kota Bogor ini terwujud. Apa yang bisa kita lakukan akan kita laksanakan,” tegas Dedie. san

Related posts

Turnamen Golf Terbuka Piala Wali Kota Tangerang 2026 Siap Digelar, Hadiah Lebih dari Rp2,5 Miliar Jadi Daya Tarik

cms

Liburan Sekolah Lebih Nyaman, Outfit yang Tepat Bikin Anak Bebas Bermain dan Bereksplorasi

cms

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Laksanakan Trauma Healing dan Bansos bagi Korban Bencana di Aceh Utara

redaksi Mtm

Leave a Comment

Baca Berita Bahasa Negara Lainnya »