MTM Network
Breaking NewsNasional

Ragam Bentala Bawa Batik Lokal ke Pasar Digital, Shopee Jadi Kanal Jangkau Generasi Muda

foto dok. shopee

Jakarta, MTMNetwork.id – Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi brand fashion lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Hal tersebut turut dirasakan Ragam Bentala, brand batik yang didirikan Anne SPC Aziz dan Nur’aini JB pada Februari 2020.

Berangkat dari kecintaan terhadap kekayaan budaya Nusantara, Ragam Bentala mencoba menghadirkan batik dengan gaya yang lebih modern. Koleksinya dirancang agar dapat digunakan secara kasual dan dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian.

Namun, tantangan memperluas pasar membuat Ragam Bentala perlu beradaptasi dengan kebiasaan konsumen yang semakin mengandalkan platform digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka Official Store Ragam Bentala di Shopee.

“Bagi kami, menjaga kelestarian batik bukan hanya soal estetika desain, tetapi juga tentang membuka lapangan kerja dan memastikan keberlanjutan roda ekonomi para pengrajin lokal binaan kami,” ujar Anne SPC Aziz.

Menurut Anne, kehadiran di ekosistem digital juga memberikan kesempatan bagi Ragam Bentala untuk menjangkau konsumen dari wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau melalui kanal penjualan konvensional.

Strategi digital Ragam Bentala tidak berhenti pada penjualan produk. Brand tersebut memanfaatkan Shopee Live dan Shopee Video untuk memperkenalkan koleksi, memberikan inspirasi styling, serta menyampaikan cerita mengenai proses pembuatan batik.

Ragam Bentala juga menggandeng kreator melalui Shopee Affiliate. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi produk batik untuk diperkenalkan melalui konten yang lebih dekat dengan keseharian konsumen.

Selain itu, berbagai momentum kampanye belanja Shopee seperti 11.11 Big Sale, 12.12 Birthday Sale, dan Big Ramadan Sale turut dimanfaatkan untuk meningkatkan eksposur produk.

Partisipasi dalam kampanye tersebut disebut memberikan dampak terhadap traffic dan performa penjualan Ragam Bentala yang meningkat dibandingkan hari biasa.

Di sisi produk, Ragam Bentala tetap mempertahankan identitas lokal. Koleksi seperti Terikat, Ranum, Riung, Sanubari, dan Amerta menggunakan nama-nama yang memperkuat cerita budaya Indonesia.

Nur’aini JB menilai perkembangan minat generasi muda terhadap batik dan kebaya membuka peluang bagi brand lokal untuk menghadirkan produk tradisional dengan pendekatan yang lebih fleksibel.

“Batik dan kebaya tidak lagi harus identik dengan acara formal, tetapi bisa menjadi bagian dari gaya personal yang kasual, stylish, dan tetap membawa identitas budaya Indonesia,” ujar Nur’aini.

Produk seperti Rok Lilit Batik dan Riung Tunik Batik kemudian menjadi contoh bagaimana elemen tradisional dapat dikemas dalam bentuk yang lebih praktis untuk aktivitas sehari-hari.

Di balik transformasi digital tersebut, proses produksi tetap melibatkan pengrajin batik cap manual tradisional dan penjahit lokal. Dengan demikian, perluasan pasar melalui kanal digital juga diarahkan untuk membantu menjaga keberlangsungan ekosistem produksi lokal.

Bagi Ragam Bentala, digitalisasi bukan sekadar memindahkan aktivitas penjualan ke platform online, tetapi juga menjadi cara untuk memperkenalkan cerita mengenai batik kepada konsumen yang lebih luas.

“Menjangkau generasi muda dari berbagai daerah yang sebelumnya tidak terjangkau oleh kami,” kata Anne mengenai pengalaman Ragam Bentala mengembangkan pasar melalui Shopee.

Hingga 2 Oktober 2026, Ragam Bentala turut hadir dalam Shopee Festival Batik Nusantara. Konsumen dapat menemukan lebih dari 100 pilihan batik dengan harga mulai Rp50 ribu dan diskon hingga 50 persen melalui kanal Shopee Pilih Lokal. san

Related posts

Modal Video TikTok dan Instagram, MDTV Buka Pendaftaran Gratis ‘Main Drama Casting’

cms

CCTV Bongkar Jejak Curanmor, Dua Terduga Pelaku Dibekuk di Kontrakan Cikupa

cms

Embedded Banking Jadi Senjata Amar Bank Perluas Nasabah dan Dorong Pertumbuhan UMKM

cms

Leave a Comment

Baca Berita Bahasa Negara Lainnya »