MTM Network
Entertainment & Lifestyle

“Red Reverie”, Saat Filosofi Jawa dan Ornamen Tionghoa Berpadu dalam Estetika Modern

Merayakan Tahun Baru Imlek bukan hanya soal mengenakan pakaian baru, melainkan tentang mengekspresikan harapan dan identitas. Hal inilah yang ditangkap oleh DEBZ melalui Preview & Mini Trunk Show lewat tema Exclusive Preview & Lunar Collection 2026 di Sarinah Thamrin pada Kamis, 29/1 kemarin. Koleksi terbarunya, yang dinamakan Red Reverie, membawa pesan tentang keberanian perempuan modern yang tetap menghargai akar budaya.

Debby Fauziyanto sebagai direktur kreatif membawa penonton ke dalam sebuah perjalanan filosofis yang ia sebut sebagai desain berkesinambungan. Setelah sukses dengan koleksi NusaZen, kini ia menyuntikkan karakter yang lebih bold dan refined. Menariknya, Debby tidak ragu mengambil inspirasi dari gaya Harajuku untuk memberikan tekstur pada busananya.

“Filosofi dari desain saya ini sebenarnya lebih adopted, sehingga setiap desain yang saya buat itu selalu berkesinambungan. Sama halnya dengan event ‘Chinese New Year Trunk Show’ kali ini. Semua desain ini sangat berkesinambungan dengan desain terakhir yang saya bawa ke fashion trend lewat gaya Harajuku style. Nah, disini cukup jelas benang merahnya dan masih cocok pakai harjuku style dipadu dengan celana flat,” jelas Debby dengan antusias.

Visual utama dari koleksi ini adalah batik merah yang merepresentasikan keberuntungan, namun diredam dengan warna hitam yang elegan untuk menciptakan kesan berani. Potongan tailored yang tegas memberikan aura profesional, sementara detail buatan tangan (handmade) memastikan eksklusivitas di setiap jahitan.

Pendekatan hibrida ini menjadi ciri khas Debby yang selalu berusaha menyatukan elemen-elemen yang tampak kontras. “Ini kan disadur dari paduan Jawa dan Chinese, cuma saya membedakannya lewat warna dan juga kancingnya Cheongsam. Jadi, looknya chinese, tapi sebenarnya juga ada adoption dari jawanya juga. Jadi memang di combaine gitu loh. Kadangkan kalau terlalu dominan merah agak bosan kan,” katanya lagi.

Menampilkan 12 look yang sangat kental dengan nuansa Imlek, desainer yang berbasis pada kualitas wastra nusantara ini tidak berhenti di situ. Dengan berakhirnya pameran di Sarinah, Debby juga langsung mengalihkan fokus pada persiapan menyambut momen besar berikutnya di kalender mode Indonesia, yakni koleksi untuk bulan suci Ramadan dan Idul Fitri yang sudah di depan mata.

Related posts

Snoop Dogg Bawa Obor Olimpiade Musim Dingin 2026 di Italia Utara

cms

Robbie Williams Akui Hidup dalam Kecemasan, Takut Kariernya Berakhir

cms

Sentuhan Melankolis Safira Zaza dalam Reinterpretasi “Salah Tapi Baik”

cms

Leave a Comment