MTM Network
Entertainment & Lifestyle

Sentuhan Melankolis Safira Zaza dalam Reinterpretasi “Salah Tapi Baik”

MTM Network – Industri musik Tanah Air kembali kedatangan karya yang menyentuh relung hati terdalam lewat suara khas Safira Zaza. Penyanyi berbakat asal Palembang ini resmi memperkenalkan versi terbaru dari lagu “Salah Tapi Baik”, sebuah karya yang sebelumnya melekat kuat dengan karakter vokal Cakra Khan. Di bawah bendera MyMusic Records, Zaza, begitu ia akrab disapa memberikan napas baru yang lebih feminin namun sarat akan drama emosional.

Langkah berani ini bermula dari visi Ade Govinda selaku A&R MyMusic Records. Ade melihat potensi besar pada karakter vokal Zaza yang memiliki spesialisasi di genre ballad untuk membawakan lagu ini dari sudut pandang wanita. Keputusan tersebut terbukti tepat, Zaza berhasil mentransformasi lagu yang semula matang dengan karakter pria dewasa menjadi sebuah narasi kegalauan yang lebih rapuh sekaligus mendalam.

“Kalau cewek yang nyanyiin, rasanya lebih masuk ke perasaan. Lebih galau, lebih emosional, jadi aku bikin lebih dramatis,” ujar Zaza saat menceritakan proses kreatif di balik aransemen barunya. Meski mengakui adanya tekanan besar karena harus membawakan ulang lagu yang sudah sangat ikonik, dukungan penuh dari tim produksi membuatnya mampu menaklukkan tantangan tersebut dengan penuh percaya diri.

Secara musikalitas, versi Safira Zaza menonjolkan kelembutan yang perlahan membangun intensitas emosi. Jika versi aslinya terdengar lebih tegar, versi Zaza justru mengajak pendengar untuk berani merangkul kesedihan. Baginya, lagu ini bukan sekadar tentang perpisahan, melainkan sebuah manifestasi dari kebesaran hati dalam menerima kenyataan yang tidak berjalan sesuai harapan.

Lirik yang menjadi pusat perhatian Zaza adalah bagian yang mempertanyakan keberadaan perasaan di tengah ketidaksempurnaan hubungan. “Kalau senyum itu ada, Kalau sentuh itu ada, Mengapa kisah ini tidak nyata? Kalau sayang itu ada, Mengapa ini tak sempurna? Ada bahagia tapi tak bersama,” senandung Zaza mengutip bagian favoritnya. Menurutnya, potongan lirik tersebut memiliki makna yang sangat dalam mengenai realitas cinta yang tidak selamanya berujung pada kebersamaan.

Perjalanan karier Safira Zaza sendiri merupakan potret dedikasi seorang seniman yang tumbuh dari panggung ke panggung. Sebelum menembus industri nasional lewat single “Bodohnya Aku” pada 2024, perempuan kelahiran 29 Maret 2000 ini telah lama mengasah kemampuannya sebagai penyanyi pernikahan dan pengisi acara di berbagai tempat. Pengalaman lapangan inilah yang kemudian membentuk kematangan emosinya saat mengeksekusi lagu-lagu bernuansa sedih.

Melalui rilis terbaru ini, Safira Zaza tidak hanya ingin sekadar bernyanyi, tetapi juga ingin menyediakan ruang bagi para pendengarnya untuk melakukan katarsis. Ia berharap mereka yang merasa memiliki kesamaan kisah dapat menemukan pelipur lara di dalam melodinya.

“Aku berharap lewat lagu ini, terutama yang relate dengan ceritanya, orang-orang bisa mencurahkan rasa sedih dan kecewanya, tapi dengan cara yang positif,” pungkas Zaza menutup pembicaraan.

Kini, “Salah Tapi Baik” versi Safira Zaza sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital serta kanal YouTube MyMusic Records mulai 30 Januari 2026. Kehadiran lagu ini seolah menegaskan posisi Zaza sebagai salah satu balladeer wanita yang patut diperhitungkan di masa depan.

Related posts

Klarifikasi Pesulap Merah Pernah Menjalani Poligami

cms

Akim Oei Rilis Single Baru, Ajak Pendengar Move On dari Luka Lama

cms

Gandeng Sang Istri, Marcell Siahaan Ajak dan Rima Melati Adams Bernostalgia Lewat Tembang “Mulanya Disini”

cms

Leave a Comment