MTM Network
Breaking News

Bogasari Dorong Inovasi Kuliner Berbasis Kearifan Lokal, Guru SMKN 3 Kediri Diajak Ciptakan Produk Bernilai Jual Tinggi

foto dok. bogasari

Kabupaten Kediri, MTM Network – Pemanfaatan bahan pangan lokal dalam produk bakery dan pastry menjadi salah satu fokus utama yang ditekankan Bogasari kepada para guru jurusan kuliner SMKN 3 Kediri. Melalui pelatihan yang digelar di Bogasari Baking Center (BBC) Surabaya pada 3-4 Juni 2026, para pendidik tidak hanya mendapatkan pembaruan keterampilan teknis, tetapi juga wawasan tentang pentingnya inovasi produk berbasis potensi daerah.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Bogasari Mengajar yang dijalankan dalam kerja sama selama satu tahun dengan SMKN 3 Kediri. Program ini dirancang untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri sekaligus menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan pasar kuliner nasional.

Dalam sesi pelatihan, para guru diperkenalkan pada berbagai resep yang mengombinasikan tepung terigu dengan bahan pangan lokal seperti singkong, labu kuning, hingga tape singkong. Pendekatan tersebut dinilai mampu menghasilkan produk yang tidak hanya menarik secara rasa, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

foto dok. bogasari
foto dok. bogasari

Chef Senior Bogasari Baking Center, Hadi Haudi, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan bahan pangan yang sangat besar dan dapat dikembangkan menjadi produk bakery modern yang memiliki daya saing tinggi di pasar.

“Yang pasti kelebihan tepung terigu adalah mudah dan potensial untuk diolah dengan panganan lokal nusantara. Terigu sangat bagus untuk mengangkat derajat ekonomi produk pertanian lokal kita. Dan tidak sedikit UKM mitra Bogasari yang berhasil menjadikannya sebagai pilihan usaha, bahkan oleh-oleh khas daerah,” ujar Hadi Haudi.

Menurutnya, Bogasari selama ini telah mengembangkan banyak resep inovatif yang memanfaatkan bahan lokal, mulai dari Flaky Taro berbahan talas, Burnt Fermented Cassava Cheese Cake berbahan tape singkong, Banana Brownies Cake, Crunchy Durian Choux Paste, hingga Donat Telo berbahan ubi ungu.

foto dok. bogasari
foto dok. bogasari

Konsep tersebut sejalan dengan visi SMKN 3 Kediri yang ingin memperkuat pengembangan produk Teaching Factory (TEFA) sebagai sarana pembelajaran sekaligus laboratorium bisnis bagi para siswa. Produk-produk hasil inovasi sekolah diharapkan mampu menjadi identitas khas yang memiliki nilai jual di tengah persaingan industri kuliner.

Koordinator Guru SMKN 3 Kediri, Agus Syafruddin, menilai pelatihan dari Bogasari memberikan perspektif baru kepada para guru dalam mengembangkan kurikulum dan produk pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

“Melalui pelatihan ini, kami para guru berterima kasih kepada Bogasari karena banyak mendapat update dalam hal pastry dan bakery dari sisi industri. Ini yang juga harus diketahui dan dikuasai oleh para siswa,” kata Agus.

Ia menambahkan bahwa ilmu yang diperoleh selama pelatihan akan diterapkan dalam pengembangan berbagai produk unggulan TEFA Kuliner “Adiwangsa”. Selain meningkatkan kompetensi siswa, langkah tersebut juga diharapkan mampu membangun semangat kewirausahaan sejak dini melalui pengalaman memproduksi dan memasarkan produk secara langsung.

Dengan dukungan industri seperti Bogasari, sekolah optimistis dapat melahirkan lebih banyak inovasi kuliner berbasis kearifan lokal yang tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga berpotensi menciptakan peluang usaha baru bagi para lulusan di masa depan. san

Related posts

Ditkrimsus Polda Metro Bongkar Peredaran Upal Pecahan Rp100 Ribu di Bogor, Seorang Terduga Tersangka Diamankan

cms

Lampung Ditetapkan sebagai Tuan Rumah Porwanas 2027: Sebuah Langkah Besar untuk Olahraga Wartawan

cms

Ratusan Takjil Dibagikan YPJI kepada Pengendara di Cilandak

redaksi Mtm

Leave a Comment