Kota Tangerang, MTM Network – Upaya menekan angka stunting di Kota Tangerang kini semakin difokuskan pada langkah-langkah pencegahan sejak sebelum kehamilan. Salah satu strategi yang dijalankan adalah Program Pengantin Sehat, yang mewajibkan calon pengantin menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan menuju kehidupan berkeluarga.
Program ini menjadi bagian dari pendekatan preventif yang tidak lagi hanya berfokus pada penanganan balita, tetapi juga menyasar remaja dan calon pasangan suami istri. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan calon orang tua memiliki kondisi kesehatan yang optimal sebelum memasuki masa kehamilan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa arah kebijakan penanganan stunting saat ini telah bergeser ke upaya pencegahan agar tidak muncul kasus baru di masa mendatang.
“Kalau kami fokusnya sekarang kepada jangan sampai ada anak dengan stunting baru. Maka upaya-upaya kita semua sudah bergeser ke pencegahan, tidak hanya di urusan balitanya, tetapi mulai dari remaja hingga calon pengantin,” ujar dr. Dini Anggraeni.
Melalui program tersebut, setiap calon pengantin yang akan mengurus rekomendasi pernikahan dianjurkan menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan meliputi tes laboratorium untuk mendeteksi anemia, HIV, sifilis, hepatitis B, serta skrining talasemia yang dinilai penting untuk kesehatan reproduksi dan kehamilan.
“Seluruh calon pengantin yang mau mengurus pernikahannya untuk mendapatkan rekomendasi nikah, terlebih dahulu kami minta supaya diperiksa kesehatannya di fasilitas kesehatan terdekat. Diperiksa laboratorium, pemeriksaan laboratorium yang menjadi prioritas adalah Hb (anemia), HIV, sifilis, hepatitis B, dan skrining talasemia,” jelasnya.
Selain pemeriksaan medis, calon pengantin juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kondisi kesehatan sebelum hamil. Menurut Dini, anemia yang dialami remaja putri maupun calon ibu dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan pada bayi yang akan dilahirkan.
“Kalau remajanya anemia, nanti saat hamil juga berpotensi anemia. Dampaknya, bayi yang dilahirkan juga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Karena itu, upaya-upaya ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan calon ibu sejak sebelum hamil,” katanya.
Tak hanya itu, calon pengantin juga didorong untuk melengkapi imunisasi yang diperlukan sebagai bekal menghadapi masa kehamilan yang sehat. Langkah tersebut dinilai penting dalam mendukung kualitas kesehatan ibu dan anak sejak awal kehidupan.
Dinas Kesehatan menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai tahapan kehidupan, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga balita. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan lahir generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan mampu menjadi modal pembangunan Kota Tangerang di masa depan.
“Stunting ini sebenarnya bisa dicegah. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara berkesinambungan dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga anak usia balita. Semua memiliki peran penting dalam menciptakan generasi Kota Tangerang yang sehat dan unggul,” tutup Dini. san

