Kota Tangerang, MTMNetwork.id – Konsep Sport City di Kota Tangerang mulai diarahkan menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi daerah. Aktivitas olahraga yang selama ini identik dengan pertandingan dan prestasi atlet, kini diperluas sebagai penggerak berbagai sektor usaha masyarakat.
Lebih dari 25 event olahraga yang digelar setiap tahun menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Beragam kompetisi, baik tingkat nasional maupun yang melibatkan peserta dari luar negeri, dipandang memiliki potensi untuk menciptakan pergerakan ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, menilai setiap gelaran olahraga menghadirkan kebutuhan yang cukup beragam. Atlet, pelatih, ofisial dan penonton membutuhkan makanan, minuman, transportasi, tempat menginap hingga berbagai layanan pendukung lainnya.
“Tidak ada pertandingan dengan seribu peserta yang tidak membutuhkan minum atau makan. UMKM semua ikut hidup. Olahraga itu membangkitkan daya ungkit ekonomi,” ujar Kaonang.
Dari kebutuhan tersebut, pemerintah melihat adanya peluang agar pelaku UMKM dan sektor jasa lokal ikut mendapatkan manfaat. Kehadiran peserta dalam jumlah besar secara tidak langsung dapat meningkatkan aktivitas restoran, pusat kuliner, hotel, transportasi serta usaha lainnya yang berada di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Kaonang menyebut posisi Kota Tangerang menjadi salah satu modal untuk membangun ekosistem tersebut. Keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, jaringan hotel dan akses fasilitas kesehatan menjadi infrastruktur pendukung ketika kota ini menjadi tempat berlangsungnya kompetisi.
“Kota Tangerang memiliki sejumlah potensi pendukung, di antaranya keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, jaringan hotel, serta akses fasilitas kesehatan,” katanya.
Kemudahan akses tersebut juga menjadi pertimbangan bagi penyelenggaraan event yang menghadirkan peserta dari berbagai daerah maupun negara. Dengan konektivitas yang relatif dekat, peserta dapat lebih mudah mencapai lokasi pertandingan dan menggunakan fasilitas pendukung yang tersedia di kota.
Dari sisi sarana olahraga, penguatan Sport City juga dibarengi dengan pengembangan venue. GOR Nambo dan GOR Gondrong dipersiapkan untuk mendukung kegiatan olahraga dengan skala yang lebih luas.
Pemerintah Kota Tangerang juga merencanakan pembangunan GOR baru di kawasan Modernland pada 2027. Fasilitas tersebut direncanakan dapat digunakan untuk cabang basket indoor dan hoki indoor sehingga menambah pilihan tempat penyelenggaraan pertandingan.
Selain kompetisi olahraga prestasi, kegiatan olahraga masyarakat juga menjadi bagian dari pengembangan Sport City. Event lari yang melibatkan atlet nasional serta peserta dari sejumlah negara Eropa, misalnya, dapat menjadi ruang untuk mempertemukan olahraga dengan aktivitas masyarakat dan hiburan.
Model tersebut membuat olahraga tidak berhenti setelah pertandingan selesai. Pergerakan orang selama sebuah event berlangsung ikut menciptakan aktivitas ekonomi yang berlangsung di berbagai titik.
“Ekosistem olahraga sebagai tumpuan ini akan saya dorong benar-benar menjadi denyut nadi di Kota Tangerang,” tutup Kaonang.
Dengan arah pengembangan tersebut, Sport City Kota Tangerang diharapkan tumbuh sebagai ekosistem yang mempertemukan prestasi olahraga, fasilitas kota dan aktivitas ekonomi masyarakat dalam satu rangkaian yang saling mendukung. san

