Jakarta, MTM Network – Yayasan Bulir Padi (YBP) bersama Yayasan Maleo meluncurkan Program LENTERA sebagai upaya mengatasi tingginya angka pengangguran dan kelompok NEET (Not in Employment, Education, and Training) di Provinsi Banten, khususnya di kalangan perempuan muda.
Data BPS menunjukkan persentase perempuan muda yang tidak bekerja maupun tidak menempuh pendidikan di Banten mencapai 36,76 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan laki-laki yang berada di angka 19,41 persen. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperpanjang rantai kemiskinan antargenerasi apabila tidak segera ditangani.
Ketua Yayasan Bulir Padi, Tia Sutresna, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan muda harus dilakukan melalui intervensi yang tepat sasaran.
“Sejalan dengan misi dan visi YBP, Program LENTERA tidak hanya diharapkan akan melahirkan perempuan muda yang memiliki keterampilan dan berdaya, namun juga menjadi agen perubahan bagi keluarga dan komunitasnya, untuk menjadi bagian yang positif dan produktif dari masyarakat,” kata Tia Sutresna.
Program ini menyasar lulusan SMK dari keluarga prasejahtera dengan memberikan berbagai pelatihan yang sesuai kebutuhan industri. Harapannya, para peserta tidak hanya memperoleh pekerjaan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup keluarganya.
YBP meyakini bahwa investasi pada peningkatan kapasitas perempuan muda merupakan langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya saing. san

