Kabupaten Bekasi, MTMNetwork.id – Tropicana Tennis Club (TTC) keluar sebagai juara Turnamen Tenis Antarklub Kabupaten Bekasi setelah mengalahkan Tennis Club Estek dalam partai final yang berlangsung sengit. Pertandingan harus ditentukan melalui tie-break dengan skor 6-5 (6).
Turnamen tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81. Kompetisi berlangsung selama dua hari, 22-23 Agustus 2026, di Wibawa Mukti Tennis Court, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Sebanyak 19 klub ambil bagian dalam turnamen tersebut. Persaingan ketat pun terlihat hingga partai final ketika Tropicana Tennis Club berhadapan dengan Tennis Club Estek.
Tropicana tampil solid dengan diperkuat sejumlah pemain berpengalaman. Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Semeru, turut menjadi bagian penting dari komposisi tim ganda yang membawa Tropicana meraih kemenangan.
Ketua Persatuan Tenis Indonesia (PELTI) Kabupaten Bekasi, Eko Mugiono, mengatakan laga final berlangsung sangat ketat karena kedua tim memiliki kekuatan yang relatif berimbang.
“Untuk Estek memang tahun kemarin juara dua atau runner-up antarklub Indonesia. Untuk TTC waktu itu memang kalah. Jadi pertandingan ini memang 50-50,” ujar Eko.
Menurut Eko, keberhasilan Tropicana menjadi juara cukup mengejutkan karena klub tersebut tergolong baru. Meski demikian, materi pemain yang dimiliki mampu membuat mereka bersaing dengan klub-klub yang lebih dahulu memiliki pengalaman.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa klub baru tetap mampu memberikan persaingan dalam kompetisi antarklub di Kabupaten Bekasi.
Selain persaingan memperebutkan gelar, turnamen ini juga menjadi gambaran tingginya antusiasme terhadap olahraga tenis di Kabupaten Bekasi. Dari sekitar 21 klub yang berada dalam ekosistem tenis daerah, sebanyak 19 klub mengikuti turnamen tersebut.
“Saat ini terdapat sekitar 21 klub yang menjadi bagian dari ekosistem tenis daerah,” kata Eko.
PELTI Kabupaten Bekasi juga terus mendorong pembinaan atlet sejak usia dini. Program pembinaan dilakukan berdasarkan kelompok usia, mulai dari 10, 12, 14, 16 hingga 18 tahun.
“Kalau pembentukan klub itu kita kumpulkan dan kita data. Tujuannya satu, yaitu mencari bibit-bibit calon atlet. Pembinaan usia dini untuk jenjang atlet muda,” jelas Eko.
Para atlet muda tersebut dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kompetisi olahraga pelajar hingga kejuaraan tingkat daerah dan provinsi.
Untuk menunjang perkembangan kemampuan atlet, latihan rutin digelar dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Sabtu sore.
Eko berharap tingginya minat masyarakat terhadap tenis dapat terus mendorong perkembangan klub sekaligus melahirkan atlet-atlet baru dari Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, turnamen antarklub tidak hanya menjadi arena untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana mengukur kemampuan pemain dan menemukan potensi atlet yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Dengan melibatkan 19 klub, turnamen tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarpegiat tenis sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan olahraga tenis di Kabupaten Bekasi. san

