Kabupaten Bekasi, MTM Network – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mendorong peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi pelaku usaha melalui kegiatan Bazar Produk Olahan Hasil Perikanan yang rutin digelar Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini menjadi sarana promosi produk laut sekaligus kampanye Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) di tengah masyarakat.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Yulia Legiana, mengatakan bazar tersebut digelar secara rutin sedikitnya satu kali dalam sebulan, bahkan dapat meningkat hingga tiga kali saat momentum tertentu seperti Ramadan.
“Bazar Produk Olahan Hasil Perikanan ini kami laksanakan secara rutin untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan sekaligus memperkuat daya saing UMKM perikanan di Kabupaten Bekasi,” ujar Yulia.
Menurutnya, Kabupaten Bekasi memiliki wilayah pesisir yang cukup luas seperti Muaragembong, Tarumajaya, Babelan, dan Cabangbungin yang menyimpan potensi besar sektor perikanan. Potensi ini tidak hanya didorong dalam bentuk ikan segar, tetapi juga produk olahan bernilai ekonomi tinggi.
“Potensi ini kami dorong agar tidak hanya dijual dalam bentuk ikan segar, tetapi juga menjadi berbagai produk olahan yang menarik dan bernilai ekonomi lebih tinggi,” jelasnya.
Selain penguatan ekonomi, program ini juga menjadi bagian dari upaya menekan angka stunting melalui peningkatan konsumsi protein ikan, terutama bagi anak-anak.
Yulia menegaskan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah rendahnya minat anak-anak mengonsumsi ikan secara langsung, sehingga diperlukan inovasi produk olahan yang lebih menarik.
“Masih ada akar stunting yang harus kita tekan. Melalui Gerakan Gemar Makan Ikan dan program Siap Bugarkan, kami terus mengedukasi masyarakat agar anak-anak tumbuh sehat dengan asupan protein yang cukup,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kandungan DHA pada ikan sangat baik untuk perkembangan otak, dan tidak harus berasal dari ikan mahal seperti salmon.
“Ikan kembung dan ikan lele juga memiliki kandungan gizi yang sangat baik dan terjangkau oleh masyarakat,” tambah Yulia.
Saat ini, terdapat sekitar 20 UMKM binaan yang telah bergabung dalam program Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, dan jumlah tersebut terus berpotensi bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat.
Selain pelatihan pengolahan hasil perikanan, pemerintah daerah juga memberikan pendampingan perizinan serta strategi pemasaran agar produk UMKM dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
“Jadi bukan hanya mengonsumsi ikan untuk keluarga, tetapi masyarakat juga bisa memperoleh tambahan penghasilan melalui usaha olahan perikanan,” ungkapnya.
Berbagai produk olahan kini mulai berkembang, seperti otak-otak, pempek, nugget ikan, hingga roti abon yang tengah dalam proses perizinan untuk dipasarkan lebih luas.
Ketua Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Bekasi, Ahmad Sodikin, mengatakan bazar ini menjadi wadah penting untuk mendekatkan produk perikanan kepada masyarakat sekaligus mengedukasi konsumsi ikan sejak dini.
“Ikan itu murah dan bergizi. Melalui berbagai produk olahan seperti pempek, dimsum, kebab ikan, nugget hingga otak-otak, kami ingin masyarakat semakin tertarik mengonsumsi ikan,” ujar Ahmad.
Ia menambahkan, diversifikasi produk menjadi kunci agar masyarakat tidak bosan mengonsumsi ikan dalam bentuk yang sama, sekaligus meningkatkan daya tarik bagi anak-anak.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap konsumsi ikan masyarakat terus meningkat, angka stunting dapat ditekan, serta UMKM perikanan semakin berkembang sebagai penggerak ekonomi daerah. san

